Selamat Datang di Blog Didik Harianto

Yang Terserak di Ujung Penaku…

Penggunaan Pendekatan Pragmatik dalam Prosa Lirik Pengakuan Pariyem Karya Linus Sariadi A. G.

Posted by didikharianto pada Januari 1, 2007

Pendahuluan

Untuk menganalisis karya sastra berdasarkan teori dan kritik sastra, hendaknya menganalisis karya sastra dengan tidak hanya melihat dari satu norma saja, jangan subjektif melainkan harus objektif dan tidak memihak, mestilah ada pertimbangan baik buruk karya sastra berdasarkan kenyataannya, sehingga, dapat menunjukkan hal-hal yang baru pada karya sastra yang dikritik.

Adapun beberapa pendekatan yang dapat digunakan dalam menganalisis suatu karya sastra sehingga sesuai dengan teori dan kritik sastra, yaitu:

  1. Pendekatan Mimetik

  2. Pendekatan Objektif

  3. Pendekatan Ekspresif

  4. Pendekatan Pragmatik

Di makalah ini kami mencoba untuk menganalisis suatu karya sastra dengan menggunakan satu pendekatan saja, yaitu Pendekatan Pragmatik. Adapun karya yang akan kami analisis adalah Prosa Lirik Pengakuan Pariyem.

Untuk diketahui, pendekatan pragmatik adalah pendekatan yang memandang karya sastra sebagai sesuatu yang dibangun untuk mencapai efek-efek tertentu pada audience (pembaca atau pendengar), baik berupa efek kesenangan estetik ataupun ajaran/pendidikan maupun efek-efek yang lain. Pendekatan ini cenderung menilai karya sastra berdasarkan berhasil atau tidaknya pencapaian tujuan tersebut. Selain itu, pendekatan ini menekankan strategi estetik untuk menarik dan mempengaruhi tanggaan-tanggapan pembacanya kepada masalah yang dikemukakan dalam karya sastra.

Pembahasan

Jika ditilik dari pendekatan pragmatik, maka karya sastra Prosa Lirik Pengakuan Pariyem akan memiliki citra yang berbeda-beda dari tiap-tiap pembaca. Hal ini disebabkan adanya perbedaan pandangan antara pembacasatu dan pembaca lain, adakalanya pembaca memandang dari sudut estetika. Para pembaca yang memandang karya Prosa Lirik Pengakuan Pariyem dari sudut pandang ini akan mengutarakan pendapatnya secara objektif dan mengacu pada interpretasinya sendiri sehingga terkadang akan muncul pendapat bahwa karya sastra Prosa Lirik Pengakuan Pariyem ini adalah suatu karya satra yang indah, diihat dari struktur penyampaian atau penulisannya.

Sedangkan jika pembaca itu melihat karya sastra Prosa Lirik Pengakuan Pariyem ini berdasarkan pelajran/pendidikan, apa yang dia (pembaca) terima, maka pembaca akan cenderung menganggap karya ini adalah karya sastra yang kurang baik, karena adanya penyimpangan nilai norma/moral yang ada di masyarakat, misal: Pariyem yang dengan mudah memberikan kesuciannya kepada lelaki yang bukan suaminya secara sah. Hal ini disebabkan latar kebudayaan yang menjadi setting dalam karya ini, yaitu kebudayaan jawa yang melarang keras perbuatan seperti apa yang telah Pariyem itu lakukan, akan tetapi tokoh utama seakan tidak mengindahkan norma dan hukum dari kebudayaan yang ada itu. hal ini juga yang menyebabkan karya Prosa Lirik Pengakuan Pariyem tidak memperoleh citra baik dari pembaca yang melihat karya ini dari sudut pandang pendidikan/edukasi.

Terlepas dari itu, pandangan-pandangan pembaca ini seharusnya tidak menjatuhkan karya sastra Prosa Lirik Pengakuan Pariyem, melainkan makin memperkaya pandangan kita terhadap suatu karya.

Ditinjau dari struktur penulisannya yang menggunakan bentuk prosa lirik membuat para pembaca susah untuk menafsirkannya, hal ini juga membuat pembaca menafsirkan karya ini dengan beragam. Selain itu, penggunaan kosakata dari bahasa tertentu (bahasa jawa) membuat para pembaca yang bukan orang jawa asli merasa kesulitan untuk mengerti apa yang dimaksud oleh penulis. Namun anehnya, beberapa orang (kritikus) menganggap bahwa kesuliatn dalam memahami karya ini merupakan suatu keistimewaan atau keindahan dari karya sastra Prosa Lirik Pengakuan Pariyem tersebut

Penutup

Pada akhirnya, Prosa Lirik Pengakuan Pariyem jika dianalisis atau ditinjau dari segi pendekatan pragmatik, karya ini akan menciptakan persepsi yang beragam. Oleh karena itu, dala menilai suatu karya sastra kita tidak dapat menggunakan pendekatan pragmatik saja, akan tetapi harus juga menggunakan pendekatan yang lain, sehingga, akan dapat menghasilkan analisis yang sempurna (bagus).

About these ads

8 Tanggapan to “Penggunaan Pendekatan Pragmatik dalam Prosa Lirik Pengakuan Pariyem Karya Linus Sariadi A. G.”

  1. Adzrin said

    sila buka laman ini :

    http://nii-alzaytun.blogspot.com

    cakap seru !!!

  2. irma said

    karya tulisnya kren bgt!! tpi,sy g bsa komntar lbih banyak,coz,bnyak yg ga ngerti. hehehe…
    boleh nanya,ga??
    saya dpet tugas dari sekolah tentang unsur instrinsik puisi. bsa bantuin,ga?truz, istilah dlm puisi,seperti: tipografi,dll.
    tolong,yah!!
    krimin ke alamat email saya aja!!
    thx bgd,yah!!

  3. polac said

    jelek! buruk! ora genah!

  4. wawan said

    karya tulisnya bagus dan bermanfaat tentang pragmatik kebetulan saya membuat skripsi tentang penggunaan pragmatik di SD

  5. yupz…..krya tlisnya brmanfaat bgt.
    ada yg laen gak???bwt nambah wawasan.he2……….

  6. muklis, S.Pd. said

    luar biasa. inilah kajian sastra yang sesuai dengan pendekatan yang ada.

  7. andi said

    daftar pustakanya mana

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: