<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Selamat Datang di Blog Didik Harianto</title>
	<atom:link href="http://didikharianto.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://didikharianto.wordpress.com</link>
	<description>Yang Terserak di Ujung Penaku...</description>
	<lastBuildDate>Sun, 11 Dec 2011 11:17:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='didikharianto.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Selamat Datang di Blog Didik Harianto</title>
		<link>http://didikharianto.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://didikharianto.wordpress.com/osd.xml" title="Selamat Datang di Blog Didik Harianto" />
	<atom:link rel='hub' href='http://didikharianto.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Pada sebuah perjalanan, Senin, 8 September 2008</title>
		<link>http://didikharianto.wordpress.com/2008/09/08/pada-sebuah-perjalanan-senin-8-september-2008/</link>
		<comments>http://didikharianto.wordpress.com/2008/09/08/pada-sebuah-perjalanan-senin-8-september-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 08:45:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>didikharianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[sebuah perjalanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://didikharianto.wordpress.com/?p=72</guid>
		<description><![CDATA[&#60;!&#8211; @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } &#8211;&#62; Aku tahu, telah sekian lama aku tidak menyapa pengunjung blog aku. Ada sebuah alasan kenapa aku melakukan hal tersebut, dan menurutku, alasan tersebut sangat logis. Ceritanya begini, Kamis (4/9), aku mengikuti mata kuliah Keredaksian di gedung E7.104 kampusku tentunya. Kuliah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=didikharianto.wordpress.com&amp;blog=613891&amp;post=72&amp;subd=didikharianto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&lt;!&#8211; 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } 	&#8211;&gt;</p>
<p style="margin-bottom:0;">Aku tahu, telah sekian lama aku tidak menyapa pengunjung blog aku. Ada sebuah alasan kenapa aku melakukan hal tersebut, dan menurutku, alasan tersebut sangat logis.</p>
<p style="margin-bottom:0;">Ceritanya begini, Kamis (4/9), aku mengikuti mata kuliah Keredaksian di gedung E7.104 kampusku tentunya. Kuliah berakhir kurang lebih pada 09.00. Aku meninggalkan kelas dengan perasaan biasa saja dan bersiap menuju ke ruang rapat fakultas karena pada 10.00, bersama beberapa teman dari divisi penalaran ormawa fakultasku, aku telah ditunggu Pembantu Dekan III FS UM, Drs Eko Budi Winarno untuk mendapatkan pengarahan terkait Lomba Karya Tulis Ilmiah yang diadakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Aku mengikuti rapat tersebut hingga berakhir. Setelah mengikuti rapat, aku meluncur ke BEM Sastra, sejenak melepas penat, menyusun sajak, dan beragam kegiatan lainnya, termasuk menyelesaikan email untuk pemenuhan tugas kuliah.</p>
<p style="margin-bottom:0;">Aku baru teringat kurang lebih pada pukul 14.00 kalau USB Flashdisk Kingston 1 Gbku tertinggal di ruang E7.104. Dengan kekuatan yang tersisa, aku meluncur ke ruang tersebut. Ternyata, sedang ada mahasiswa DKV kuliah, sebelumnya ditempati oleh mahasiswa Sastra Arab. Kesimpulannya, FlashDisk yang berisi beragam data, misalnya liputanku sejak bergabung sebagai wartawan Koran Pendidikan, data percetakan de tigabelas artvertising dan beragam data lainnya yang tidak sebanding dengan harga FlashDisk tersebut HILANG!</p>
<p style="margin-bottom:0;">Sudah ya? Aku tak sanggup lagi untuk mengingat almarhum FlashDiskku tersebut. Sebagai gantinya, aku sudah membeli Kingston 4gb. Baiklah, ketemu di lain waktu. Jangan pernah sakit hati!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/didikharianto.wordpress.com/72/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/didikharianto.wordpress.com/72/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/didikharianto.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/didikharianto.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/didikharianto.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/didikharianto.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/didikharianto.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/didikharianto.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/didikharianto.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/didikharianto.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/didikharianto.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/didikharianto.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/didikharianto.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/didikharianto.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/didikharianto.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/didikharianto.wordpress.com/72/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=didikharianto.wordpress.com&amp;blog=613891&amp;post=72&amp;subd=didikharianto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://didikharianto.wordpress.com/2008/09/08/pada-sebuah-perjalanan-senin-8-september-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fd476cc90be4ac811ee2c706eb184806?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">didikharianto</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>(Mulai) Terbiasa dengan Deadline!</title>
		<link>http://didikharianto.wordpress.com/2008/08/05/mulai-terbiasa-dengan-deadline/</link>
		<comments>http://didikharianto.wordpress.com/2008/08/05/mulai-terbiasa-dengan-deadline/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Aug 2008 00:53:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>didikharianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[sebuah perjalanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://didikharianto.wordpress.com/2008/08/05/mulai-terbiasa-dengan-deadline/</guid>
		<description><![CDATA[Aku lihat penunjuk waktu di ponselku menunjukkan pukul 01:58 ketika aku mulai menulis perjalanan kali ini. Waktu baru saja menunjukkan pergantian bulan dari Juli ke bulan berikutnya, ditemani sebungkus dingin dan lagu-lagu De Massiv&#8230; Baiklah, kita mulai saja perjalanan kita kali ini. Menjadi wartawan adalah sebuah cita-cita yang telah kupupuk sejak aku mulai memasuki kerajaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=didikharianto.wordpress.com&amp;blog=613891&amp;post=69&amp;subd=didikharianto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Aku lihat penunjuk waktu di ponselku menunjukkan pukul 01:58 ketika aku mulai menulis perjalanan kali ini. Waktu baru saja menunjukkan pergantian bulan dari Juli ke bulan berikutnya, ditemani sebungkus dingin dan lagu-lagu De Massiv&#8230;</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Baiklah, kita mulai saja perjalanan kita kali ini. Menjadi wartawan adalah sebuah cita-cita yang telah kupupuk sejak aku mulai memasuki kerajaan Sastra Indonesia di kampus eks IKIP Malang ini. Dan, akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yang biasa&#8230;</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Beberapa detik yang lalu aku melihat isi <em>flashdisk</em>. Di situ ada folder “KORAN PENDIDIKAN”, di dalamnya ada folder lagi “edisi_215” sampai “edisi_220”, itu berarti aku telah turut andil dan beritaku dimuat di koran ini sebanyak enam edisi. Aku kemudian secara tidak sadar telah menggumam di dalam hati, “hahaha, ternyata aku sudah (mulai) terbiasa dengan <em>deadline</em>!”. Deadline yang merupakan sebuah kata emas, seringkali menjadi <em>reminder </em>yang sangat terasa bagi kehidupan seorang wartawan. Terkadang, kata deadline manjadi kata yang sangat nyaman didengarkan oleh telinga wartawan, atau bahkan bisa menjadi kata yang sangat menakutkan bagi pekerja jurnalistik tersebut.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Akhirnya, semua kembali ke manajerial waktu wartawan itu sendiri. Aku tidak mengambil contoh yang terlalu jauh dariku dan tidak ada maksud sama sekali untuk menyombongkan diri. Aku sekarang masih menempuh perkuliahan semester pendek 2007/2008. Aku mengambil tiga mata kuliah dengan beban 11 sks. Kuliahku sendiri biasanya dimulai pukul 07:30 sampai 14:00 yang paling sore. Beberapa waktu yang lalu memang sempat terasa sangat berat sekali, di samping harus kuliah, aku juga memiliki tanggung jawab di KORAN PENDIDIKAN, belum lagi tanggung jawab sebagai ketua sie kesekretariatan PKPT BEM FS UM 2008, kepala Humas dan Transportasi KBM BEM FS UM 2008, editor di majalah CERITA SEGALA RASA BEM FS UM 2008, kepala divisi Dana dan Usaha LPM SIAR UM 2008, dan juga sebagai creative manager di de tigabelas advertising yang akhir-akhir ini saat masa penerimaan mahasiswa baru sedang menagalami peningkatan orderan yang sangat luar biasa. </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Tanpa merujuk ke satu bukupun, aku menerapkan sistem manajemen waktu ala diriku sendiri dengan beberapa pendekatan psikologis yang tentu saja hanya aku yang bisa memiliki dan menjalaninya. Sebisa mungkin, aku mendelegasikan beberapa pekerjaan ke anggotaku untuk kegiatan penerimaan mahasiswa baru di BEM FS, tentumya tidak lupa juga untuk mengawasi kinerja anggota di bawahku tersebut. Kemudian, aku juga menerapkan sistem “Sekali menarik gas motorku, dua tiga berita terdapatkan”. Ya, sebisa mungkin aku menargetkan dalam sekali liputanku ke Batu aku harus mendapatkan setidaknya dua berita. Tidak lupa, aku juga seringkali memanjakan psikologisku dengan beberapa sugesti yang tentunya benar-benar kulakukan. Seringkali jika aku merasakan benar-benar malas, maka aku akan menuruti segala kemalasanku tersebut, sambil duduk santai, ditemani lagu-lagu reggae, aku berbisik dalam hati, “<em>sudah, kalau memang sedang malas, santai-santai sajalah dulu. Percuma, jika dipaksakan untuk liputan, toh nanti hasilnya juga tidak sesuai dengan yang diinginkan..</em>”. Begitulah, aku mencoba menganakemaskan diriku sendiri. </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Seperti itu, tidur nyenyak ya, semoga mimpi indah&#8230;</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">1 Agustus 2008, 02:26.</span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/didikharianto.wordpress.com/69/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/didikharianto.wordpress.com/69/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/didikharianto.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/didikharianto.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/didikharianto.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/didikharianto.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/didikharianto.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/didikharianto.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/didikharianto.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/didikharianto.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/didikharianto.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/didikharianto.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/didikharianto.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/didikharianto.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/didikharianto.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/didikharianto.wordpress.com/69/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=didikharianto.wordpress.com&amp;blog=613891&amp;post=69&amp;subd=didikharianto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://didikharianto.wordpress.com/2008/08/05/mulai-terbiasa-dengan-deadline/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fd476cc90be4ac811ee2c706eb184806?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">didikharianto</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>05 Juli 2008, seperti kemarin, pagi masih dini</title>
		<link>http://didikharianto.wordpress.com/2008/07/04/05-juli-2008-seperti-kemarin-pagi-masih-dini/</link>
		<comments>http://didikharianto.wordpress.com/2008/07/04/05-juli-2008-seperti-kemarin-pagi-masih-dini/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 17:56:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>didikharianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[sebuah perjalanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://didikharianto.wordpress.com/?p=62</guid>
		<description><![CDATA[entah kenapa akhir-akhir ini mengidap penyakit kecemburuan sosial yang teramat akut? beberapa email yang masuk dari admin gudang tua, sebuah situs keroyokan tempat menampilkan semua tulisan menerorku secara sopan agar secepatnya aku mengirimkan tulisanku kesitu. buat mas lubis, mas rendra, sebentar ya? setelah deadline hari ini mungkin aku akan mengirimkan beberapa karyaku, buat mbak dian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=didikharianto.wordpress.com&amp;blog=613891&amp;post=62&amp;subd=didikharianto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>entah kenapa akhir-akhir ini mengidap penyakit kecemburuan sosial yang teramat akut? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  beberapa email yang masuk dari admin gudang tua, sebuah situs keroyokan tempat menampilkan semua tulisan menerorku secara sopan agar secepatnya aku mengirimkan tulisanku kesitu. buat mas lubis, mas rendra, sebentar ya? setelah deadline hari ini mungkin aku akan mengirimkan beberapa karyaku, buat mbak dian hartati, salam kenal aja dariku.</p>
<p>kemarin, ada yang bertanya kepadaku tentang arti sebuh perjalanan kepadaku. bagiku, sebuah perjalanan adalah pada sebuah&#8230;.</p>
<p>(nanti saja ya kulanjutkan, hehe..)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/didikharianto.wordpress.com/62/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/didikharianto.wordpress.com/62/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/didikharianto.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/didikharianto.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/didikharianto.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/didikharianto.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/didikharianto.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/didikharianto.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/didikharianto.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/didikharianto.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/didikharianto.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/didikharianto.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/didikharianto.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/didikharianto.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/didikharianto.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/didikharianto.wordpress.com/62/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=didikharianto.wordpress.com&amp;blog=613891&amp;post=62&amp;subd=didikharianto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://didikharianto.wordpress.com/2008/07/04/05-juli-2008-seperti-kemarin-pagi-masih-dini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fd476cc90be4ac811ee2c706eb184806?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">didikharianto</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>30 Juni 2008, pagi masih dini</title>
		<link>http://didikharianto.wordpress.com/2008/06/29/30-juni-2008-pagi-masih-dini/</link>
		<comments>http://didikharianto.wordpress.com/2008/06/29/30-juni-2008-pagi-masih-dini/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Jun 2008 19:01:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>didikharianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[sebuah perjalanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://didikharianto.wordpress.com/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[pada sebuah perjalanan, dimana semuanya menjadi semakin dekat.. 22 juni yang lalu, tepat pada hari selasa, sebuah hari biasa yang dalam perjalanan hidupku mendadak menjelma menjadi sebuah hari yang sangat luar biasa dalam sejarah hidupku. Tercatat, ada tiga kejadian besar yang kualami hari itu. Pertama, hari itu adalah hari pertama aku kuliah semester pendek, yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=didikharianto.wordpress.com&amp;blog=613891&amp;post=61&amp;subd=didikharianto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>pada sebuah perjalanan, dimana semuanya menjadi semakin dekat..</p>
<p>22 juni yang lalu, tepat pada hari selasa, sebuah hari biasa yang dalam perjalanan hidupku mendadak menjelma menjadi sebuah hari yang sangat luar biasa dalam sejarah hidupku. Tercatat, ada tiga kejadian besar yang kualami hari itu. Pertama, hari itu adalah hari pertama aku kuliah semester pendek, yang alhamdulillah biaya registrasi SP sudah aku bayar dengan uang hasil jerih payahku sendiri. Kedua, ada negoisasi yang berhubungan dengan proyek pembuatan atribut yang melibatkan RESPECT the Art of Clothing n Printing, yang dimana sampai saat ini aku masih tercatat sebagai marketing executive disana. Dan terakhir, hari itu adalah hari dimana aku mulai dikenalkan dengan medan peliputan di wilayah Kota Batu Malang. Ya, hari tu aku mulai mejalani masa seleksi di mingguan pendidikan KORAN PENDIDIKAN Malang. Dengan wartawan yang sudah lebih dulu menjadi bagian dari KP, mbak Wulan, aku dikenalkan dengan medan peliputan KP di Kota Batu. Tadi malam, sekitar pukul 22:00, kru KP baru saja menyelesaikan desain KP yang akan didistribusikan mulai selasa, dan minggu ini aku sudah menulis enam berita, entah, berapa nanti yang dimuat&#8230;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/didikharianto.wordpress.com/61/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/didikharianto.wordpress.com/61/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/didikharianto.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/didikharianto.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/didikharianto.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/didikharianto.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/didikharianto.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/didikharianto.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/didikharianto.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/didikharianto.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/didikharianto.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/didikharianto.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/didikharianto.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/didikharianto.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/didikharianto.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/didikharianto.wordpress.com/61/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=didikharianto.wordpress.com&amp;blog=613891&amp;post=61&amp;subd=didikharianto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://didikharianto.wordpress.com/2008/06/29/30-juni-2008-pagi-masih-dini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fd476cc90be4ac811ee2c706eb184806?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">didikharianto</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sinopsis Kumpulan Cerpen PINK karya Sinta Yudisia</title>
		<link>http://didikharianto.wordpress.com/2007/11/24/sinopsis-kumpulan-cerpen-pink-karya-sinta-yudisia/</link>
		<comments>http://didikharianto.wordpress.com/2007/11/24/sinopsis-kumpulan-cerpen-pink-karya-sinta-yudisia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Nov 2007 19:29:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>didikharianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://didikharianto.wordpress.com/2007/11/24/sinopsis-kumpulan-cerpen-pink-karya-sinta-yudisia/</guid>
		<description><![CDATA[Kumpulan Cerpen PINK yang diterbitkan oleh DarMizan Bandung ini memuat tujuh cerpen, yaitu, Vlad, Negeri yang Terluka, Pink, Catatan Tengah Malam, Orang yang Paling Kuat, Mengarungi Badai dan Kakak Ipar. Secara garis besar, Kumpulan Cerpen ini mengajarkan kita akan pelajaran hidup dari keseharian kita yang sering terlewatkan dan terlupakan. Cerpen pertama berjudul Vlad menceritakan tentang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=didikharianto.wordpress.com&amp;blog=613891&amp;post=57&amp;subd=didikharianto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="left"><font face="Garamond, serif">Kumpulan Cerpen PINK yang diterbitkan oleh DarMizan Bandung ini memuat tujuh cerpen, yaitu, Vlad, Negeri yang Terluka, Pink, Catatan Tengah Malam, Orang yang Paling Kuat, Mengarungi Badai dan Kakak Ipar. Secara garis besar, Kumpulan Cerpen ini mengajarkan kita akan pelajaran hidup dari keseharian kita yang sering terlewatkan dan terlupakan. Cerpen pertama berjudul </font><font face="Garamond, serif"><strong>Vlad</strong></font><font face="Garamond, serif"> menceritakan tentang pangeran Rumania yang tampan dan kaya raya, keturunannya diyakini masih hidup, mereka hidup ratusan tahun, menghisap darah manusia yang ditemuinya sehingga tubuhnya tidak menua sebagaimana manusia pada umumnya, cerita berpusat pada ketika kedua tokoh utama ingin melampiaskan rasa penasarannya terhadap harta yang ada di puri-yang konon dihuni oleh Vlad-, tetapi kemudian mereka terjebak dan hamper saja dijadikan santapan oleh para Vlad, </font><font face="Garamond, serif"><em>ending</em></font><font face="Garamond, serif">, mereka tidak jadi dimakan oleh Valad. Ada satu kalimat pesan moral yang disisipkan di tengah cerita ini, yaitu, &#8220;Vlad sesungguhnya yang harus kalian takuti adalah para penguasa yang sibuk mengisap darah orang-orang miskin seperti kita&#8221;. Cerita kedua berjudul </font><font face="Garamond, serif"><strong>Negeri yang Terluka</strong></font><font face="Garamond, serif">, bercerita tentang negeri-negeri di Timur Tengah yang terus didera konflik, konflik terbesar pada cerita ini adalah ketika tokoh utama dihariskan memilik apakah ia akan meneruskan kuliahnya di negara lain, ataukah ikut berperang untuk membela negaranya. Cerita ketiga, boleh dikatakan </font><font face="Garamond, serif"><em>smu banget</em></font><font face="Garamond, serif">, berjudul seperti judul kumpulan cerpen ini, </font><font face="Garamond, serif"><strong>Pink, </strong></font><font face="Garamond, serif">cerita ini menceritakan tentang seorang gadis pindahan SMU dari kota yang teramat sangat sempurna untuk semua siswa di sekolah itu. Pink, dengan segala kecantikannya, ternyata juga mempunyai jiwa sosial yang tinggi, pun, dengan kepintarannya di segala bidang. Garis besar dari cerita ini, adalah ternyata Pink non islam! Dan di cerita ini, penulis terlihat sekali berhasil secara nyata dalam menggambarkan kecemburuanb-kecemburuan ala pelajar SMU, tetapi seperti kebanyakan karya sastra populer lainnya, esensi cerita dan unsur-unsur lain benar-benar dilupakan. Cerpen setelah Pink, adalah </font><font face="Garamond, serif"><strong>Catatan Tengah Malam</strong></font><font face="Garamond, serif">¸cerita ini adalah isi surat yang ditulis istri kepada suaminya yang telah meninggal dalam peperangan, semacam </font><font face="Garamond, serif"><em>diary</em></font><font face="Garamond, serif">, tak ada konflik sama sekali dalam cerita ini, kecuali penggambaran bagaimana seorang istri mengenang pertemuan sampai pernikahan denagn suaminya. Cerita selanjutnya berjudul, </font><font face="Garamond, serif"><strong>Orang yang Paling Kuat</strong></font><font face="Garamond, serif">¸bercerita tentang seorang dari desa yang mengadu nasib ke kota, tetapi keadaan di kota yang dipilihnya, Jakarta, ternyata tak seindah yang ia bayangkan, ia harus menerima kenyataan kerasnya kehidupan Jakarta dan orang-orangnya yang menghalalkan segala cara untuk bertahan hidup tanpa memperdulikan kaidah-kaidah agamanya, seorang desa inipun  kembali ke desanya dan memutuskan untuk </font><font face="Garamond, serif"><em>hijrah </em></font><font face="Garamond, serif">ke Jogjakarta, berharap kehidupan yang lebih baik. Cerita keenam, berjudul </font><font face="Garamond, serif"><strong>Mengarungi Badai</strong></font><font face="Garamond, serif">, bercerita tentang sebuah keluarga miskin yang hidup di pesisir pantai, titik pusat terletak pada tokoh utama sebagai kepala keluarga yang harus menafkahi keluarganya, konflik yang ditampilkan adalah ketika sang memek menganjurkannya untuk tak lupa shalat, sedangkan di sisi lain, kapten kapal tempatnya bekerja melarangnya, cerita ditutp dengan musibah ombak besar yang menimpa kapal dan kapal itu tenggelam! Cerita terakhir berjudul </font><font face="Garamond, serif"><strong>Kakak Ipar</strong></font><font face="Garamond, serif">, bercerita tentang tokoh utama yang tidak suka sekali dengan kakak iparnya, dari segi manapun! Dari segi fisik, kakak iparnya mempunyai berat badan berlebih, dari segi pemikiran, pikiran kakak iparnya juga jarang sekali sama dengan pikirannya. </font><font face="Garamond, serif"><em>Ending </em></font><font face="Garamond, serif">cerita ini cukup menarik, ketika kakak iparnya berhasil menemukan solusi untuk merubah penampilan tokoh utama saat ia akan pergi ke pesta ulang tahun temannya, sejak itulah, tokoh utama menyadari kelebihan kakak iparnya, yaitu tidak semena-mena menerapkan peraturan seperti layaknya kedua kakak laki-lakinya. </font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="right">
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/didikharianto.wordpress.com/57/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/didikharianto.wordpress.com/57/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/didikharianto.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/didikharianto.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/didikharianto.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/didikharianto.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/didikharianto.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/didikharianto.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/didikharianto.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/didikharianto.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/didikharianto.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/didikharianto.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/didikharianto.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/didikharianto.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/didikharianto.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/didikharianto.wordpress.com/57/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=didikharianto.wordpress.com&amp;blog=613891&amp;post=57&amp;subd=didikharianto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://didikharianto.wordpress.com/2007/11/24/sinopsis-kumpulan-cerpen-pink-karya-sinta-yudisia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fd476cc90be4ac811ee2c706eb184806?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">didikharianto</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penggunaan Pendekatan Pragmatik dalam Prosa Lirik Pengakuan Pariyem Karya Linus Sariadi A. G.</title>
		<link>http://didikharianto.wordpress.com/2007/01/01/penggunaan-pendekatan-pragmatik-dalam-prosa-lirik-pengakuan-pariyem-karya-linus-sariadi-a-g/</link>
		<comments>http://didikharianto.wordpress.com/2007/01/01/penggunaan-pendekatan-pragmatik-dalam-prosa-lirik-pengakuan-pariyem-karya-linus-sariadi-a-g/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Jan 2007 20:11:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>didikharianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://didikharianto.wordpress.com/2007/01/01/penggunaan-pendekatan-pragmatik-dalam-prosa-lirik-pengakuan-pariyem-karya-linus-sariadi-a-g/</guid>
		<description><![CDATA[Pendahuluan Untuk menganalisis karya sastra berdasarkan teori dan kritik sastra, hendaknya menganalisis karya sastra dengan tidak hanya melihat dari satu norma saja, jangan subjektif melainkan harus objektif dan tidak memihak, mestilah ada pertimbangan baik buruk karya sastra berdasarkan kenyataannya, sehingga, dapat menunjukkan hal-hal yang baru pada karya sastra yang dikritik. Adapun beberapa pendekatan yang dapat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=didikharianto.wordpress.com&amp;blog=613891&amp;post=43&amp;subd=didikharianto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom:0;"><strong>Pendahuluan </strong></p>
<p style="margin-bottom:0;"><strong>	</strong>Untuk menganalisis karya sastra berdasarkan teori dan kritik sastra, hendaknya menganalisis karya sastra dengan tidak hanya melihat dari satu norma saja, jangan subjektif melainkan harus objektif dan tidak memihak, mestilah ada pertimbangan baik buruk karya sastra berdasarkan kenyataannya, sehingga, dapat menunjukkan hal-hal yang baru pada karya sastra yang dikritik.</p>
<p style="margin-bottom:0;">	Adapun beberapa pendekatan yang dapat digunakan dalam menganalisis suatu karya sastra sehingga sesuai dengan teori dan kritik sastra, yaitu:</p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;">Pendekatan Mimetik</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;">Pendekatan Objektif</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;">Pendekatan Ekspresif</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;">Pendekatan Pragmatik</p>
</li>
</ol>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;">Di makalah ini kami mencoba untuk menganalisis suatu karya sastra dengan menggunakan satu pendekatan saja, yaitu <strong>Pendekatan Pragmatik</strong>. Adapun karya yang akan kami analisis adalah <strong>Prosa Lirik Pengakuan Pariyem.</strong></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;">Untuk diketahui, pendekatan pragmatik adalah pendekatan yang memandang karya sastra sebagai sesuatu yang dibangun untuk mencapai efek-efek tertentu pada <em>audience</em> (pembaca atau pendengar), baik berupa efek kesenangan estetik ataupun ajaran/pendidikan maupun efek-efek yang lain. Pendekatan ini cenderung menilai karya sastra berdasarkan berhasil atau tidaknya pencapaian tujuan tersebut. Selain itu, pendekatan ini menekankan strategi estetik untuk menarik dan mempengaruhi tanggaan-tanggapan pembacanya kepada masalah yang dikemukakan dalam karya sastra.</p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;"><strong>	Pembahasan </strong></p>
<p style="margin-bottom:0;"><strong>	</strong>Jika ditilik dari pendekatan pragmatik, maka karya sastra Prosa Lirik Pengakuan Pariyem akan memiliki citra yang berbeda-beda dari tiap-tiap pembaca. Hal ini disebabkan adanya perbedaan pandangan antara pembacasatu dan pembaca lain, adakalanya pembaca memandang dari sudut estetika. Para pembaca yang memandang  karya Prosa Lirik Pengakuan Pariyem dari sudut pandang ini akan mengutarakan pendapatnya secara objektif dan mengacu pada interpretasinya sendiri sehingga terkadang akan muncul pendapat bahwa karya sastra Prosa Lirik Pengakuan Pariyem ini adalah suatu karya satra yang indah, diihat dari struktur penyampaian atau penulisannya.</p>
<p style="margin-bottom:0;">	Sedangkan jika pembaca itu melihat karya sastra Prosa Lirik Pengakuan Pariyem ini berdasarkan pelajran/pendidikan, apa yang dia (pembaca) terima, maka pembaca akan cenderung menganggap karya ini adalah karya sastra yang kurang baik, karena adanya penyimpangan nilai norma/moral yang ada di masyarakat, misal: Pariyem yang dengan mudah memberikan kesuciannya kepada lelaki yang bukan suaminya secara sah. Hal ini disebabkan latar kebudayaan yang menjadi setting dalam karya ini, yaitu kebudayaan jawa yang melarang keras perbuatan seperti apa yang telah Pariyem itu lakukan, akan tetapi tokoh utama seakan tidak mengindahkan norma dan hukum dari kebudayaan yang ada itu. hal ini juga yang menyebabkan karya Prosa Lirik Pengakuan Pariyem tidak memperoleh citra baik dari pembaca yang melihat karya ini dari sudut pandang pendidikan/edukasi.</p>
<p style="margin-bottom:0;">	Terlepas dari itu, pandangan-pandangan pembaca ini seharusnya tidak menjatuhkan karya sastra Prosa Lirik Pengakuan Pariyem, melainkan makin memperkaya pandangan kita terhadap suatu karya.</p>
<p style="margin-bottom:0;">	Ditinjau dari struktur penulisannya yang menggunakan bentuk prosa lirik membuat para pembaca susah untuk menafsirkannya, hal ini juga membuat pembaca menafsirkan karya ini dengan beragam. Selain itu, penggunaan kosakata dari bahasa tertentu (bahasa jawa) membuat para pembaca yang bukan orang jawa asli merasa kesulitan untuk mengerti apa yang dimaksud oleh penulis. Namun anehnya, beberapa orang (kritikus) menganggap bahwa kesuliatn dalam memahami karya ini merupakan suatu keistimewaan atau keindahan dari karya sastra Prosa Lirik Pengakuan Pariyem tersebut</p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;"><strong>Penutup </strong></p>
<p style="margin-bottom:0;"><strong>	</strong>Pada akhirnya, Prosa Lirik Pengakuan Pariyem jika dianalisis atau ditinjau dari segi pendekatan pragmatik, karya ini akan menciptakan persepsi yang beragam. Oleh karena itu, dala menilai suatu karya sastra kita tidak dapat menggunakan pendekatan pragmatik saja, akan tetapi harus juga menggunakan pendekatan yang lain, sehingga, akan dapat menghasilkan analisis yang sempurna (bagus).</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/didikharianto.wordpress.com/43/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/didikharianto.wordpress.com/43/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/didikharianto.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/didikharianto.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/didikharianto.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/didikharianto.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/didikharianto.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/didikharianto.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/didikharianto.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/didikharianto.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/didikharianto.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/didikharianto.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/didikharianto.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/didikharianto.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/didikharianto.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/didikharianto.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=didikharianto.wordpress.com&amp;blog=613891&amp;post=43&amp;subd=didikharianto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://didikharianto.wordpress.com/2007/01/01/penggunaan-pendekatan-pragmatik-dalam-prosa-lirik-pengakuan-pariyem-karya-linus-sariadi-a-g/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fd476cc90be4ac811ee2c706eb184806?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">didikharianto</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Analisis Roman “Tiga Puntung Rokok” Karya Nasjah Djamin, Sastrawan Angkatan ‘50an</title>
		<link>http://didikharianto.wordpress.com/2007/01/01/analisis-roman-%e2%80%9ctiga-puntung-rokok%e2%80%9d-karya-nasjah-djamin-sastrawan-angkatan-%e2%80%9850an/</link>
		<comments>http://didikharianto.wordpress.com/2007/01/01/analisis-roman-%e2%80%9ctiga-puntung-rokok%e2%80%9d-karya-nasjah-djamin-sastrawan-angkatan-%e2%80%9850an/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Jan 2007 20:08:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>didikharianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://didikharianto.wordpress.com/2007/01/01/analisis-roman-%e2%80%9ctiga-puntung-rokok%e2%80%9d-karya-nasjah-djamin-sastrawan-angkatan-%e2%80%9850an/</guid>
		<description><![CDATA[UNSUR INSTRINSIK A. TEMA CERITA Roman ini bertemakan kehidupan, social kemasyarakatan, diman diceritakan kisah hidup seseorang yang tidak mau dicap “gombal”, berisi perjalanan hidupnya dari PNS rendahan menjadi orang sukses B. SETTING A. SETTING TEMPAT : JOgjakarta, sumedang, bali. Pekalongan, dan Jakarta B. SETTING WAKTU : antara tahun 1960-1985 C. PENOKOHAN (TOKOH DA SIFAT) : [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=didikharianto.wordpress.com&amp;blog=613891&amp;post=42&amp;subd=didikharianto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom:0;">UNSUR INSTRINSIK</p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">		A. TEMA CERITA</p>
<p style="margin-left:0.49cm;margin-bottom:0;">	Roman ini bertemakan kehidupan, social kemasyarakatan, diman diceritakan kisah hidup seseorang yang tidak mau dicap “gombal”, berisi perjalanan hidupnya dari PNS rendahan menjadi orang sukses</p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">		B. SETTING</p>
<p style="margin-left:1.27cm;margin-bottom:0;">	A. SETTING TEMPAT : JOgjakarta, sumedang, bali. Pekalongan, dan Jakarta</p>
<p style="margin-left:1.27cm;margin-bottom:0;">	B. SETTING WAKTU : antara tahun 1960-1985</p>
<p style="margin-left:1.27cm;margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">		C. PENOKOHAN (TOKOH DA SIFAT) :</p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;">Masri 		: Tokoh utama dalam novel 	ini, umur 49 tahun, perokok, idealis, 			suka memancing.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;">Marsina 	: Wanita Makassar, pacar 	pertama Masri, anggun dan ramah.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;">Siti masnun	: Umur 20 tahunan, 	anak Marsina, urakan.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;">Retno	: Umur 17 tahunan, anak 	Masri, akan melanjukan ke universitas.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;">Rahimah	: Perempuan desa, istri 	Masri.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;">Pak kus	: Mantan kepala kantor 	tempat Masri menjadi pegawai negeri.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;">Tumi	: Gadis ayu, wanita tuna 	susila, bapaknya kiyai, asal Trenggalek.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;">Bayu	: Anak Masri.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;">Karno	: Anak Masri.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;">Pak Nurdin	: Pegawai administrasi 	di salah satu penerbitan buku</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;">Darso	: Sutradara, Pendek kekar.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;">Harjo	: Manager, perawakan 	jangkung, rapi.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;">Maskun	: Laki-laki tua yang tidak 	ingin kehilangan peran.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;">Min	: Kemenakan Darso, drop out 	dari SMP.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;">Pak Rambi 	: Produser yang 	ambisius.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;">Satiyo	: Perantau dari Jogja yang 	sukses di Jakarta.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;">Siti subandiah	: Istri Satiyo.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;">Amrus	: Pematung.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;">Raidin	: Sahabat Masri yang juga 	telah sukses di Jakarta.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;">Wakijan	: sahabat Masri di Jakarta</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;">Mira	: Pendatang baru yang rela 	menyerahkan keperawanan demi 	mendapat peran utama di film.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;">Inem	: Asli Jogjakarta, jadi 	pembantu di rumah Satiyo</p>
</li>
</ol>
<p style="margin-left:0.64cm;margin-bottom:0;">
<p style="margin-left:1.27cm;margin-bottom:0;">D. GAYA BAHASA</p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;">Roman ini menggunakan gaya bahasa</p>
<p style="margin-left:1.27cm;margin-bottom:0;">
<p style="margin-left:1.27cm;margin-bottom:0;">E. ALUR</p>
<p style="margin-left:1.27cm;margin-bottom:0;">Alur yang digunakan dalam roman ini adalah alur Maju</p>
<p style="margin-left:1.27cm;margin-bottom:0;">
<p style="margin-left:1.27cm;margin-bottom:0;">F. AMANAT</p>
<p style="margin-left:0.64cm;text-indent:0.64cm;margin-bottom:0;"> Amanat yang ingin disampaiakan oleh penulis roman ini adalah dalam hidup kita seharusnya lebih arif dalam menyikapi semua hal, tidak hanya melihat sebuah kenistaan dari satu sudut pamdang saja, juga kita diharuskan untuk bejuang untuk meraih apa yang kita citakan, tentunya dengan jalan yang benar, tanpa harus KKN.</p>
<p style="margin-left:0.64cm;text-indent:0.64cm;margin-bottom:0;">
<p style="margin-left:0.64cm;text-indent:0.64cm;margin-bottom:0;">
<p style="margin-left:0.64cm;margin-bottom:0;">3. UNSUR EKSTRINSIK</p>
<p style="margin-left:0.64cm;margin-bottom:0;">
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;">LATAR BELAKANG PENGARANG</p>
</li>
</ol>
<p style="margin-left:1.27cm;margin-bottom:0;">
<p style="margin-left:0.64cm;margin-bottom:0;">	<strong>NASJAH DJAMIN, </strong>lahir 24 september 1924 di Perbaungan, sumatera utara. Dia dapat dikatakan seorang yang serba bisa. Dia berkecimpung dalam dunia seni lukis, sastra, drama dan film. Pada umurnya yang hampir enam puluh tahun (1985) dia masih aktif terus menulis. Suatu prestasi yang sukar dicapai oleh pengarang Indonesia terutama yang telah mencapai umur di atas setengah abad</p>
<p style="margin-left:0.64cm;margin-bottom:0;"><strong>	</strong>Buku-bukunya yang sudah terbit antara lain : <em>Hilanglah Si Anak Hilang</em> (novel), <em>Gairah Untuk Hidup Dan Untuk Mat</em>i (novel), <em>Malam Kuala Lumpur</em> (novel), dan <em>Senja Pun Turun</em> (novel), <em>Bukit Harapan</em> (novel),<em> Sekelimut Nyanyian Sunda</em> (drama), <em>Titik-Titik Hitam</em> (drama), <em>Perkawinan</em> (kumpulan cerpen), dan beberapa cerita bergambar dan cerita anak-anak</p>
<p style="margin-left:0.64cm;margin-bottom:0;">	Nasjah djamin pernah memperdalam pengetahuannya di bidang teater (kabuki), film dan TV di tokyo, jepang pada tahun 1961-1964. di bidang perfilman dia pernah menjadi art director, asisten sutradara, make up-man dalam berbagai produksi film</p>
<p style="margin-left:0.64cm;margin-bottom:0;">	Drama <em>Sekelimut Nyanyian Sunda</em> mendapat hadiah BKMN tahun 1958, tahun 1970 Nasjah mendapat anugerah seni dari pemerintah RI untuk novelnya <em>Gairah Untuk Hidup Dan Untuk Mati</em>. Tahun 1980 novel <em>Harapan Undian Harapan</em> yang kemudian berjudul <em>Bukit Harapan</em> mendapat hadiah utama penulisan novel Dewan Kesenian Jakarta. Novelnya <em>Hilanglah Si Anak Hilang</em> telah diterjemahkan ke dalam bahasa prancis</p>
<p style="margin-left:0.64cm;margin-bottom:0;">	Di bidang seni lukis Nasjah djamin telah mengadakan pameran lukisan baik secara nasional maupun internasional. Likisan-lukisannya menjadi koleksi beberapa pejabat penting Indonesia dan Malaysia</p>
<p style="margin-left:0.64cm;margin-bottom:0;">
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;">SOSIAL CULTURE</p>
</li>
</ol>
<p style="margin-left:1.27cm;margin-bottom:0;">Kehidupan nyata Nasjah djamin sangat mempengaruhi cerita dalam roman ini, Nasjah djamin yang notabene memang seorang penulis, pelukis, kru film berhasil “diperankan” Masri, tokoh utama cerita ini.</p>
<p style="margin-left:0.64cm;margin-bottom:0;">&nbsp;</p>
<p style="margin-left:1.27cm;margin-bottom:0;">&nbsp;</p>
<p style="margin-left:0.64cm;margin-bottom:0;">
<p style="margin-left:0.64cm;margin-bottom:0;">
<p style="margin-left:0.64cm;margin-bottom:0;">
<p style="margin-left:0.64cm;margin-bottom:0;">
<p style="margin-left:0.64cm;margin-bottom:0;">
<p style="margin-left:0.64cm;margin-bottom:0;">
<p style="margin-left:0.64cm;margin-bottom:0;">1.  RINGKASAN CERITA</p>
<p style="margin-left:0.64cm;margin-bottom:0;">
<p style="margin-left:0.64cm;margin-bottom:0;">	Diawali dengan cerita dimana Masri sedang memuaskan hobynya, yaitu memancing. Suatu ketika pada saat memancing, Masri bertemu dengan Siti masnun atau biasa dipanggil “Nun”, seorang gadis yang hiperaktif, manis, trendy, jadi mengingatkan Masri kepada Marsina, cinta pertamanya yang harus dijodohkan dengan lelaki pilihan orang tua Marsina, tapi cinta Marsina tetap pada Masri, “aku adalah miliku, lahir dan bathin. Tubuhku dan hatiku. Bilapun besok lusa aku sudah jadi milik oramg lain disahkan dengan surat nikah, tapi aku tetap milikmu. Aku istrimu, sahabatmu, segalamu. Keadaan yang kaku teganglah yang tidak “meresmikan” kita. Aku akan kembali padamu, mas, biarpun aku menjadi istri orang lain. Kukorbankan segalanya, untukmu dan untuk anak-anakku. Kujal tubuhkau sebagai yang dikehendaki mereka! Tapi hatiku tidak kujual, sudah kuberikan padamu ! “, kata Marsina waktu itu pada Masri. Sehingga mereka memutuskan hilang dari Jogja dan berbulan madu secara sembunyi-sembunyi di Bali meskipun sebulan kemudian ia harus menikah dengan “jodohnya”. Pada saat memancing pula, Masri bertemu dengan Pak Kus, mantan atasannya sewaktu menjadi pegawai negeri yang benar-benar jujur meskipun korupsi sudah ada di depannya. “bapak gombal”, ialah perkataan Retno, anak Masri yang menjadi pelecut semangat Masri untuk segera merubah kehidupan. Jakarta, adalah tujuan Masri waktu itu. Kebetulan,  waktu itu ada surat berisi segepok uang dari Pak Darso sebagai biaya perjalanan Masri menuju Jakarta, dia diminta menjadi asisten sutradara untuk sebuah penggarapan film, Masri sendiri mempunyai idealisme yang tidak mahu korupsi dan tidak mahu membuat film “rongsokan”, “aku tidak ingin bikin film rongsokan. Bila aku menggarapnya, aku mahu itu hasil ukuran yang baik senagai nilai film. Kasarnya, aku tidak mau “melacur”… “, kata Masri waktu itu. Ketika sudah ada di Jogja, Masri bingung, kemudian bertemu dengan Tumi, seorang WTS yang benar-benar cinta kepada Masri. Sehingga pernah suatu saat Tumi mengajak Masri untuk berpura-pura menjadi suaminya selama satu hari hanya untuk membahagiakan orang tuanya di Trenggalek.</p>
<p style="margin-left:0.64cm;margin-bottom:0;">
<p style="margin-left:0.64cm;margin-bottom:0;">	Dalam perjalanan Jogjakarta-Jakarta, Masri bertemu dengan Nun, gadis yang pernah bertemu dengannya waktu mancing tempo dulu. Dalam perjalanan ke Jakarta, gadis itu manja sekali kepada Masri. Kembali Masri teringat Marsina ketika akan menyeberang selat bali dalam perjalanan nekad sebelum mereka berpisah, “aku kepingin “nyeni” seperti kau, mas. Aku ingin mengiringi kemanapun engkau pergi. “. Begitulah, bayang Marsina yang selalu hadir dalam setiap detik kehidupan Masri. Sesampai di Pekalongan, Nun membelikan rokok kretek kepada Masri dan juga mentraktirnya makan di restoran Padang, bus terlambat tujuh jam sampai di Terminal Pulogadung. Karena tidak mempunyai tujuan pasti, Masri menginap di rumah Nun, disana Masri tahu “kebejatan” Nun, ternyata Nun yang begitu manis adalah seorang sosok penganut freesex, suka memakai narkoba. Akhirnya Masri bosan dengan “rutinitas” seperti itu, ketika Nun masih pulas dalam tidirnya, Masripun keluar dari rumah itudeengan meninggalkan tulisan dengan memakai lipstik di kaca rias Nun yang bertuliskan, “Trims atas keramahanmu, Nun..”</p>
<p style="margin-left:0.64cm;margin-bottom:0;">
<p style="margin-left:0.64cm;margin-bottom:0;">	Sepeninggal dari rumah Nun, Masri bertemu dengan Pak Nurdin, pegawai yang agak lumayan di bagian administrasi penerbitan buku. Pak Nurdin mengatakan bahwa buku anak-anak pesanan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan yang pernah ditulis Masri dipesan dan dicetak sebanyak seratus lima puluh ribu eksemplar, buku itu terbit pada tahun 1952 yang lalu, puluhan tahun. Mengalami cetak ulang sekali, setelah berlalu masa sepuluh tahun. Dan Masripun mendapat honorarium sebesar dua setengah juta rupiah. Dan oleh Masri wang itu langsuns saja dikirimkannya ke Jogjakarta untuk memenuhi keinginan anaknya, etno yang menginginkan sepeda motor, Masri hanya menyisakan wang dua puluh lima ribu rupiah untuk “berahan hidup” di Jakarta. Uang itu digunakan untuk pergi k tempat Darso, seorang teman yang “membutuhkannya” untuk produksi film, sesampainya di rumah Darso mereka langsung mengadakan pesta bir. Setelah itu Masri menerima gaji sebesar satu juta rupiah untuk pekerjaan sebagai <em>art director</em>, tapi pekerjaan Masri terpaksa ditunda dulu karena masih menunggu adanya cukong yang mau membiayai sepenuhnya film ini. Dalam fase “menunggu” ini, Masri bertemu seorang kawan yang pernah membaca buku anak karya Masri, ia pun ingin Masri menulis untuk cerita anak lagi, Masripun setuju dengan tawaran itu dengan kompensasi honor 20% dan rabat 35%. Sepeninggal dari penebit, Masri mengalami “betisan” di jalan seberang kantor penerbit, tak diduga ada sebuah mobil yang waktu itu berhenti epat di depan Masri. Marsina..!!, ya, Marsina. Pertemuan yang tak pernah diimpikan dan tak pernah diharapkannya. Satu kebetulan. Masripun memutuskan untuk ke rumah Marsina, Masri mendapat order melukis sebanyak 50 buah lukisan, dengan harga perlukisan adalah dua ratus ribu rupiah, yang menjadi model dari lukisan Masri adalah Marsina sendiri. Jika Marsina harus berangkat bekerja pada pagi harinya, maka Masripn meneruskan naskah buku inpres pesanan dari temannya. Ketika sudah mencapai titik jenuh, Masri pernah meminta Marsina untuk bersedia untuk dilukis denga gaya “nude’ atau telanjang. Pagi hari pada hari keempat Masri ada di rumah Marsina, dering telepon memecah kesunyian pagi itu, ternyata telepon dari atasan Marsina yang meminta Marsina untuk ikut atasannya berangkat ke Hongkong, tapi sebelum berangkat, Marsina masih sempat berbicara kepada Masri, “aku adalah milikmu, aku istrimu, sahabat, dan segalamu, lahor bathin. Aku akan kembali padamu, mas, biarpun aku jadi istri orang lain, hatiku sudah kuberikan padamu !!”, sepeninggal Marsina ke Hongkong, akhirnya Nun memberitahukan kepada Masri tentang siapa sebenarnya dirinya dan juga Marsina, ternyata Nun dan Marsina adalah Ibu dan anak yang sama-sama telah menjadi pelacur !!</p>
<p style="margin-left:0.64cm;margin-bottom:0;">
<p style="margin-left:0.64cm;margin-bottom:0;">	Masripun meninggalkan rumah itu, dia kemudian pergi ke rumah Satiyo, tak disangka di sana ia bertemu dengan Inem, perempuan yang juga asli Jogjakarta yang sekarang jadi pembantunya keluarga Satiyo, di rumah Satiyo pula Masri tahu bahwa Mira, calon artisyang rela keperawanannya direnggut hanya demi sebuahperan di film sebenarnya adalah keponakan Satiyo. Mira, ya, Mira, calon artis yang pernah hampir  “diperkosa” oleh Masri di Taman Mini, alasan Masri waktu iu adalah ingin mengetahui seberapa bagus kemampuan berakting Mira, meskipun pada waktu itu Mira sempat <em>shock</em> juga, Masripun mengagumi kemampuan berakting Mira.</p>
<p style="margin-left:0.64cm;margin-bottom:0;">
<p style="margin-left:0.64cm;margin-bottom:0;">	Setelah dari rumah Satiyo, pergilah Masri ke terminal, di sana ia bertemu dengan Tumi, akhirnya Masri memutuskan untuk bermalam di rumah Tumi. Ketika sedang ada di rumah Tumi, Masri digerebek oleh petugas RT dan RW, karena Tumi maupun Masri belum melapor kepada ketua RT maupun RW jika akan bermalam di rumah Tumi, dan Masripun mengaku sebagai suami Tumi, karena mereka berdua memang pernah melakukan pernikahan di Trenggalek dan mendapatkan sura nikah, untung saja surat nikahnya masih disimpan oleh Tumi, sehingga mereka urung terkena sanksi oleh petugas RT dan RW. Pada dinihari sebelum Masri memutuskan untuk meninggalkan Tumi, Tumi melakukan semacam upacara untuk “perceraian” mereka. Tumi bersimpuh di lantai, Masri bersila di hadapannya. Diantara mereka terdapat dua buah kotak, kotak pertama, berisi surat nikah, dan kotak kedua lebih besar dari kotak pertama, lalu sebuah talan lebardari perak; sebatang lilin memancang di situ dan sebuah korek api.</p>
<p style="margin-left:0.64cm;margin-bottom:0;">	“Aku Tumi, pernah dinikahi oleh Mas, saat ini memohon cerai, dengan hati tulus dan rela”</p>
<p style="margin-left:0.64cm;margin-bottom:0;">	“Bersediakah mas mengabulkan permintaan cerai ini?”</p>
<p style="margin-left:0.64cm;margin-bottom:0;">	“Ya, “ kata Masri, “Saya bersedia”</p>
<p style="margin-left:0.64cm;margin-bottom:0;">	“Dengan hati bersih, tulus, dan rela?”</p>
<p style="margin-left:0.64cm;margin-bottom:0;">	“Dengan hati bersih tulus dan rela”</p>
<p style="margin-left:0.64cm;margin-bottom:0;">	“Tidak ada sesal di kemudian hari?”</p>
<p style="margin-left:0.64cm;margin-bottom:0;">	“Tidak ada sesal di kemudian hari”</p>
<p style="margin-left:0.64cm;margin-bottom:0;">Setelah melaksanakan “upacara” perceraian itu, Tumipun membakar surat nikah</p>
<p style="margin-left:0.64cm;margin-bottom:0;">	“Selesai mas, sekarang yang ada antara kita, persahabatandan persaudaraan”</p>
<p style="margin-left:0.64cm;margin-bottom:0;">Setelah itu, Tumi memberikan tanda persahabatan kepada Masri berupa emas, Masripun baru mahu menerima jika tidak dari tanga Tumi, Masri harus mengambil sendiri. Setelah dari rumah Tumi, Masripun pergi ke restoran Satiyo dan Masri diangkat menjadi asisten bagi Mira untuk pembuatan film nanti.</p>
<p style="margin-left:0.64cm;margin-bottom:0;">
<p style="margin-left:0.64cm;margin-bottom:0;">	Kembali ke Jogja, dapat tiga minggu, Masri mendapat uang empat juta rupiah dari Rambi sebagai “uang komisi” karena berhasil menjerat si cukong, Satiyo. Satiyopun juga tidak ketinggalan, dia memberi Masri setengah juta rupiah karena Masri bersedia membantunya dalam persoalan rumit dengan Mira. Telegram dari Marsinapun sampai di Jogja, sesampainya di rumah, terjadi pertengkaran hebat antara Marsina dengan Nun</p>
<p style="margin-left:0.64cm;margin-bottom:0;">
<p style="margin-left:0.64cm;margin-bottom:0;">	Masri mendapat gaji sembilan juta enam ratus ribu rupiah dari hasil jual lukisan kepada bossnya Marsina, dengan perhitungan satu lukisan seharga dua ratus ribu rupiah dikali empat puluh delapan lukisan yang berhasil diselesaikan Masri, tapi kemudian setengah dari itu diberikan kepada Marsina, sebagai “upah” menjadi modelnya</p>
<p style="margin-left:0.64cm;margin-bottom:0;">
<p style="margin-left:0.64cm;margin-bottom:0;">	Masri mendapat telegram dari Mira, “<em>Oom! Kami segera start. Datanglah ke Jakarta, Dampingi Mira, Bantulah hari depan Mira”. </em>Masripun kembali ke Jakarta, meninggalkan budaya “tiga puntung rokok”. Ya, tiga puntung rokok, jangan terulang.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/didikharianto.wordpress.com/42/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/didikharianto.wordpress.com/42/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/didikharianto.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/didikharianto.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/didikharianto.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/didikharianto.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/didikharianto.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/didikharianto.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/didikharianto.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/didikharianto.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/didikharianto.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/didikharianto.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/didikharianto.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/didikharianto.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/didikharianto.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/didikharianto.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=didikharianto.wordpress.com&amp;blog=613891&amp;post=42&amp;subd=didikharianto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://didikharianto.wordpress.com/2007/01/01/analisis-roman-%e2%80%9ctiga-puntung-rokok%e2%80%9d-karya-nasjah-djamin-sastrawan-angkatan-%e2%80%9850an/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fd476cc90be4ac811ee2c706eb184806?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">didikharianto</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengertian Gaya dalam Perspektif Kesejarahan dan Hubungannya terhadap Karya Sastra Kumpulan Cerpen &#8220;Perempuan Semua Orang&#8221; Karya Teguh Winarsho AS.</title>
		<link>http://didikharianto.wordpress.com/2007/01/01/pengertian-gaya-dalam-perspektif-kesejarahan-dan-hubungannya-terhadap-karya-sastra-kumpulan-cerpen-perempuan-semua-orang-karya-teguh-winarsho-as/</link>
		<comments>http://didikharianto.wordpress.com/2007/01/01/pengertian-gaya-dalam-perspektif-kesejarahan-dan-hubungannya-terhadap-karya-sastra-kumpulan-cerpen-perempuan-semua-orang-karya-teguh-winarsho-as/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Jan 2007 20:05:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>didikharianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://didikharianto.wordpress.com/2007/01/01/pengertian-gaya-dalam-perspektif-kesejarahan-dan-hubungannya-terhadap-karya-sastra-kumpulan-cerpen-perempuan-semua-orang-karya-teguh-winarsho-as/</guid>
		<description><![CDATA[Pemahaman Gaya dalam Perspektif Kesejarahan Dilakukan dengan memberikan gambaran tentang konsep style atau gaya pada masa sebelum masehi, abad pertengahan dan Renaissance sekitar tahun 1500-1700, Neoklasik dan Romantik sekitar tahun 1700-1798, Moderenisme yang berkembang setelah Perang Dunia I dan Postmodernisme. Pemahaman gaya ditinjau dari perspektif kesejarahan dapat memperkaya wawasan tentang keragaman konsepsi, gaya; hubungan gaya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=didikharianto.wordpress.com&amp;blog=613891&amp;post=41&amp;subd=didikharianto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<ol>
<li>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Palatino Linotype, serif"><strong>Pemahaman 		Gaya dalam Perspektif Kesejarahan</strong></font></p>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Palatino Linotype, serif">Dilakukan dengan memberikan gambaran tentang konsep <em>style </em>atau gaya pada masa sebelum masehi, abad pertengahan dan <em>Renaissance </em>sekitar tahun 1500-1700, Neoklasik dan Romantik sekitar tahun 1700-1798, Moderenisme yang berkembang setelah Perang Dunia I dan <em>Postmodernisme. </em>Pemahaman gaya ditinjau dari perspektif kesejarahan dapat memperkaya wawasan tentang keragaman konsepsi, gaya; hubungan gaya dengan berbagai fakta lain yang berkaitan dengan keberadaan gaya; keragaman sudut pandang; keragaman landasan teori; dan penentuan posisi sasaran kajian.</font></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Palatino Linotype, serif">Barthes misalnya, menentukan bahwa <em>style is a historical concepts</em>. Wawasan demikian bagi Umar Yunus berimplikasi pada upaya menggabungkan konsep yang tumbuh pada masa sekarang dengan konsep gaya yang berlaku pada sebelumnya</font></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Palatino Linotype, serif">Contoh konkret dalam Kumpulan Cerpen “Perempuan Semua Orang” karya Teguh Winarsho AS terdapat pada cerpen yang berjudul “Keluarga Ningrat”. Di cerpen itu penulis telah berhasil menggabungkan konsep “lama” yang <em>istana centris </em>dengan konsep sekarang yang lebih “bebas”, tentang pelacuran, dan lain-lain.</font></p>
<ol>
<li>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Palatino Linotype, serif"><strong>Gaya 		sebagai Sarana Retoris</strong></font></p>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Palatino Linotype, serif">Terdapatnya bentuk bahasa nan indah dalam kehidupan sastra kita lazim dikenal dengan bahasa klise. Bentuk bahasa demikian lazim kita temukan dalam bentuk-bentuk ungkapan, misalnya <em>bibirnya bagai merah delima</em>. Dalam kerangka pemikiran gaya terdapat pula bentuk-betuk retorikal seperti repetisi, paralelisme, hiperbola, perbandingan, ironi, sarkasme, dan lain-lain.</font></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Palatino Linotype, serif">Contoh konkret dalam Kumpulan Cerpen “Perempuan Semua Orang” karya Teguh Winarsho AS terdapat pada cerpen yang berjudul ”Kabar Kematian”, di cerpen itu terdapat kata “<em>menerobos gerimis yang terus berderai, seperti turut berduka…..</em>” yang tak lain juga adalah bentuk ungkapan.</font></p>
<ol>
<li>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><strong><font face="Palatino Linotype, serif">Gaya 		sebagai Cara Mengekspresikan Keindahan</font></strong></p>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Palatino Linotype, serif">Gaya dalam hal ini dihubungkan dengan bentuk dan cara dalam berekspresi sesuai dengan alat yang digunakan untuk menggambarkan sesuatu secara tepat, mendalam dan menarik. Atau bisa juga dikatakan, keberadaan gaya merambah  ke medan lain di luar jalur bidang kebahasaan.</font></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Palatino Linotype, serif">Contoh konkret dalam Kumpulan Cerpen “Perempuan Semua Orang” karya Teguh Winarsho AS terdapat pada cerpen yang berjudul “Telepon”. Di cerpen itu penulis merambah ke medan lain (di luar jalur kebahasaan), yaitu pesawat telepon yag jelas sekali bukan merupakan media tulis layaknya bidang kebahsaan (baca: teks)</font></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;" align="justify">
<ol>
<li>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Palatino Linotype, serif"><strong>Gaya 		sebagai Bentuk Pengungkapan Emosi Terdalam</strong></font></p>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Palatino Linotype, serif">Bertolak dari beberapa wawasan, <em>style </em>dapat diartikan sebagai <em>bentuk pengungkapan ekspresi kebahasaan sesuai dengan kedalaman emosi dan sesuatu yang ingin direfleksikan pengarang secara tidak langsung</em></font></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Palatino Linotype, serif">Contoh konkret dalam Kumpulan Cerpen “Perempuan Semua Orang” karya Teguh Winarsho AS terdapat pada cerpen yang berjudul “Peluru Terakhir”. Di cerpen itu, penulis benar-benar mengungkapkan keliaran emosinya yang terwakili dengan cerita seorang istri yang menembak mati selingkuhannya yang akan menembak mati suami sahnya.</font></p>
<ol>
<li>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Palatino Linotype, serif"><strong>Gaya 		sebagai Penyimpangan dan Bentuk Ekspresi Individual</strong></font></p>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Palatino Linotype, serif">Gaya merupakan gejala yang memiliki kualitas estetis yang terkait dengan aspek semantis dan nilai sebagaimana diresepsi penanggapnya dengan bertolak dari ‘bentuk teks’ sebagai <em>aesthetic object. </em>Tanpa memahami gaya sebagai bentuk kreasi yang didudukkan sebagai ‘<em>specific artistic system</em>’<em>, </em>nilai keindahan teks sastra yang berkaitan dengan dunia makna tidak akan dapat dipahami.</font></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Palatino Linotype, serif">Contoh konkret dalam Kumpulan Cerpen “Perempuan Semua Orang” karya Teguh Winarsho AS terdapat pada cerpen yang berjudul “Selimut Perempuan Sintal”. Di cerpen itu, penulis menggambarkan bagaimana ia benar-benar berekspresi dan melakukan “penyimpangan” dalam ceritanya. Inti cerita ini adalah seorang suami yang mengijinkan istrinya untuk melacur.</font></p>
<ol>
<li>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Palatino Linotype, serif"><strong>Gaya 		sebagai Cara dan Bentuk Ekspresi Dunia yang Mungkin</strong></font></p>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Palatino Linotype, serif">Salah satu dampak dari lahirnya <em>Postmodernism </em>adalah ketidakpercayaan pada teori, penekanan pada nilai kebenaran yang sifatnya tentative sampai pada anggapan ketidakbermaknaan eksistensi dan ketidakmungkinan penemuan makna realitas</font></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Palatino Linotype, serif">Contoh konkret dalam Kumpulan Cerpen “Perempuan Semua Orang” karya Teguh Winarsho AS terdapat pada cerpen yang berjudul “Nay, Nay, Nay…”. Di cerpen ini penulis mengabaikan teori sastra tentang penulisan cerita. Cerpen ini berisi tentang “permainan” <em>short message service </em>(SMS) yang membentuk alur cerita.</font></p>
<ol>
<li>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Palatino Linotype, serif"><strong>Pemilihan 		dan Penentuan Sudut Pandang</strong></font></p>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Palatino Linotype, serif">Kode sosial budaya merujuk pada nilai yang terkandung dalam system tanda. Apabila kita memperhatika system tanda dalam teks sastra, tidak dapat diingkari bahwa system tanda itu merupakan hasil kreasi seseorang. Sebagai hasil seseorang system tanda diitensikan untuk mewujudkan ide, gagasan, nilai ideologis, dan kehendak kreatif tertentu.</font></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Palatino Linotype, serif">Contoh konkret dalam Kumpulan Cerpen “Perempuan Semua Orang” karya Teguh Winarsho AS terdapat pada cerpen yang berjudul “Album Keluarga” yang bercerita tentang seorang anak yang begitu menyayangi ayahnya tetapi kemudian kecewa setelah membuka album keluarga dimana dari situ si anak mengetahui jika ayahnya pernah berselingkuh dengan pembantunya. </font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/didikharianto.wordpress.com/41/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/didikharianto.wordpress.com/41/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/didikharianto.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/didikharianto.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/didikharianto.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/didikharianto.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/didikharianto.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/didikharianto.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/didikharianto.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/didikharianto.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/didikharianto.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/didikharianto.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/didikharianto.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/didikharianto.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/didikharianto.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/didikharianto.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=didikharianto.wordpress.com&amp;blog=613891&amp;post=41&amp;subd=didikharianto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://didikharianto.wordpress.com/2007/01/01/pengertian-gaya-dalam-perspektif-kesejarahan-dan-hubungannya-terhadap-karya-sastra-kumpulan-cerpen-perempuan-semua-orang-karya-teguh-winarsho-as/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fd476cc90be4ac811ee2c706eb184806?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">didikharianto</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fundamentalisme Islam</title>
		<link>http://didikharianto.wordpress.com/2007/01/01/fundamentalisme-islam/</link>
		<comments>http://didikharianto.wordpress.com/2007/01/01/fundamentalisme-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Jan 2007 20:02:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>didikharianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://didikharianto.wordpress.com/2007/01/01/fundamentalisme-islam/</guid>
		<description><![CDATA[PENDAHULUAN Belakangan ini kita mengenal istilah &#8220;fundamentalisme Islam&#8221; atau &#8220;Islam fundamentalis&#8221;. Istilah ini cukup populer dalam dunia media massa, baik yang berskala nasional maupun internasional. Istilah &#8220;fundamentalisme Islam&#8221; atau &#8220;Islam fundamentalis&#8221; ini banyak dilontarkan oleh kalangan pers terhadap gerakan-gerakan kebangkitan Islam kontemporer semacam Hamas, Hizbullah, Al-Ikhwanul Muslimin, Jemaat Islami, dan Hizbut Tahrir Al-Islamy. Penggunaan istilah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=didikharianto.wordpress.com&amp;blog=613891&amp;post=40&amp;subd=didikharianto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><font face="Palatino Linotype, serif"><strong>PENDAHULUAN</strong></font></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><font face="Palatino Linotype, serif"><strong><span>	</span></strong>Belakangan ini kita mengenal istilah &#8220;fundamentalisme Islam&#8221; atau &#8220;Islam fundamentalis&#8221;. Istilah ini cukup populer dalam dunia media massa, baik yang berskala nasional maupun internasional. Istilah &#8220;fundamentalisme Islam&#8221; atau &#8220;Islam fundamentalis&#8221; ini banyak dilontarkan oleh kalangan pers terhadap gerakan-gerakan kebangkitan Islam kontemporer semacam Hamas, Hizbullah, Al-Ikhwanul Muslimin, Jemaat Islami, dan Hizbut Tahrir Al-Islamy. Penggunaan istilah fundamentalisme yang &#8216;dituduhkan&#8217; oleh media massa terhadap gerakan-gerakan kebangkitan Islam kontemporer tersebut, disamping bertujuan memberikan gambaran yang &#8216;negatif&#8217; terhadap berbagai aktivitas mereka, juga bertujuan untuk menjatuhkan &#8216;kredibilitas&#8217; mereka di mata dunia. </font></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;"> <font face="Palatino Linotype, serif">Pada dasarnya, fundamentalisme Islam bergelora melalui penggunaan bendera jihad untuk memperjuangkan agama. Suatu ideologi yang kerap kali mempunyai fungsi menggugah militansi dan radikalisasi umat. Selanjutnya, fundamentalisme ini diwujudkan dalam konteks pemberlakuan syariat Islam yang dianggap sebagai solusi alternatif terhadap krisis bangsa. Mereka hendak melaksanakan syariat Islam secara kafah dengan pendekatan tafsir literal atas Al Quran</font></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;"> <font face="Palatino Linotype, serif">Dan kemudian yang menjadi pertanyaan, apa sesungguhnya makna istilah fundamentalisme itu? Bagaimana asal-usul Fundamentalisme di dunia barat?<span><strong> </strong>Bagaimana Makna istilah Ushuliyah (Fundamentalisme) dalam wacana pemikiran Islam? Apa saja empat mazhab besar Fundamentalisme Islam di Indonesia? Dan terakhir, bagaimana Fundamentalisme Islam yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini?</span></font></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;">&nbsp;</p>
<p class="western" style="line-height:150%;" align="left"><font face="Palatino Linotype, serif"><strong>PEMBAHASAN</strong></font></p>
<p class="western" style="line-height:150%;" align="left">
<p class="western" style="line-height:150%;" align="left"><strong>Makna Istilah Fundamentalisme</strong></p>
<p class="western" style="text-indent:1.27cm;line-height:150%;" align="left"> <font face="Palatino Linotype, serif">Istilah &#8216;ushuliyah&#8217; (fundamentalisme) dengan makna yang populer dalam dunia media massa tersebut berasal dari Barat, dan berisikan pengertian dengan tipologi Barat pula. Sementara, istilah &#8216;ushuliyah&#8217; dalam bahasa Arab dan dalam wacana pemikiran Islam, mempunyai pengertian-pengertian lain yang berbeda dengan apa yang dipahami oleh wacana pemikiran Barat yang saat ini dipergunakan oleh banyak orang.</font></p>
<p class="western" style="text-indent:1.27cm;line-height:150%;" align="left"> <font face="Palatino Linotype, serif">Perbedaan pemahaman dan substansi dalam mempergunakan istilah yang sama, merupakan sesuatu yang sering terjadi dalam banyak istilah yang dipergunakan oleh bangsa Arab dan kaum muslimin, serta secara bersamaan dipergunakan pula oleh karangan Barat, padahal keduanya mempunyai pengertian yang berbeda dalam melihat istilah yang sama itu. Hal ini banyak menimbulkan kesalahpahaman dan kekeliruan dalam kehidupan budaya, politik, dan media massa kontemporer yang padanya perangkat-perangkat komunikasi mencampuradukkan berbagai istilah yang banyak, yang sama istilahnya, namun berbeda-beda pengertian, latar belakang dan pengaruhnya. </font></p>
<p class="western" style="text-indent:1.27cm;line-height:150%;" align="left"> <font face="Palatino Linotype, serif">Istilah yasar (kiri) misalnya. Dalam wacana pemikiran Barat istilah ini dipergunakan untuk menunjukkan orang-orang upahan, orang-orang fakir, dan miskin, serta orang-orang yang lemah dan membutuhkan pertolongan orang lain. Sementara, dalam pemahaman Arab dan Islam, istilah itu menunjukkan kepada orang-orang kaya raya, orang-orang yang berkecukupan, dan orang-orang yang menikmati kehidupan enak. </font></p>
<p class="western" style="text-indent:1.27cm;line-height:150%;" align="left"> <font face="Palatino Linotype, serif">Istilah yamin (kanan) misalnya. Dalam wacana pemikiran Barat istilah ini dipergunakan untuk menunjukkan orang-orang kuno, terbelakang dan kaku. Sementara, dalam wacana pemikiran Arab dan Islam, dipergunakan untuk menunjukkan keadaan orang-orang yang beriman dan beramal sholeh, sehingga mereka datang kepada Tuhan mereka pada hari Perhitungan, memegang buku catatan berbuatan-perbuatan mereka yang baik dengan tangan kanan, atau juga bermakna kekuatan, ketegaran, dan ketenangan.</font></p>
<p class="western" style="text-indent:1.27cm;line-height:150%;" align="left"> <font face="Palatino Linotype, serif">Oleh karena itu, Imam Abdul Hamid bin Badis (1307-1359 H) berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala dengan do&#8217;anya, &#8220;Ya Allah jadikanlah aku di dunia termasuk kelompok orang-orang yasar (kiri) dan jadikanlah aku di akhirat termasuk kelompok orang-orang yamin (kanan)&#8221;. Tentunya sesuai dengan pemahaman pemikiran Islam, bukan pemahaman pemikiran Barat.</font></p>
<p class="western" style="text-indent:1.27cm;line-height:150%;" align="left">
<p class="western" style="text-indent:1.27cm;line-height:150%;" align="left">
<p class="western" style="line-height:150%;" align="left"><font face="Palatino Linotype, serif"><strong>Asal-Usul Fundamentalisme di Dunia Barat</strong></font></p>
<p style="margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;line-height:150%;" align="left"> <font face="Palatino Linotype, serif"><strong>	</strong>Fundamentalisme di dunia Barat pada awalnya merupakan gerakan Kristen Protestan Amerika yang berlabuh pada abad kesembilan belas Masehi, dari barisan gerakan yang lebih luas, yaitu &#8220;Gerakan Millenium&#8221;. Gerakan ini mengimani kembalinya Almasih A.S. secara fisik dan materi ke dunia untuk yang kedua kalinya, guna mengatur dunia ini, selama seribu tahun sebelum datangnya hari perhitungan manusia. </font></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;line-height:150%;" align="left"> <font face="Palatino Linotype, serif">Prototipe pemikiran yang menjadi ciri khas fundamentalisme ini adalah penafsiran Injil dan seluruh teks agama secara literal dan menolak secara utuh seluruh bentuk penakwilan atas teks-teks manapun, walaupun teks-teks itu berisikan metafor-metafor rohani dan simbol-simbol sufistik, serta memusuhi kajian-kajian kritis yang ditulis atas Injil dan Kitab Suci. Dari penafsiran Injil secara literal ini, orang-orang fundamentalis Protestan mengatakan akan datangnya Almasih kembali secara fisik untuk mengatur dunia selama seribu tahun yang berbahagia karena mereka menafsirkan &#8220;mimpi Yohana&#8221; (kitab Mimpi 20-1-10) secara literal.</font></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;line-height:150%;" align="left"> <font face="Palatino Linotype, serif">Ketika fundamentalisme Kristen itu menjadi sebuah sekte yang indipenden pada awal abad ke-20, terkristallah dogma-dogma yang berasal dari penafsiran literal atas Injil itu melalui seminar-seminarnya, lembaga-lembaganya, serta melalui tulisan-tulisan para pendetanya yang mengajak untuk memusuhi realita, menolak perkembangan, dan memerangi masyarakat-masyarakat sekuler yang baik maupun yang buruk sekaligus. Misalnya, mereka mengklaim mendapatkan tuntunan langsung dari Tuhan, cenderung untuk mengisolasi diri dari kehidupan bermasyarakat, menolak untuk berinteraksi dengan realitas, memusuhi akal dan pemikiran ilmiah serta hasil-hasil penemuan ilmiah. Oleh karenanya, mereka meninggalkan universitas-universitas dan mendirikan lembaga-lembaga tersendiri bagi pendidikan anak-anak mereka. Mereka juga menolak sisi-sisi positif kehidupan sekuler, apalagi sisi negatifnya, seperti aborsi, pembatasan kelahiran, penyimpangan seksual, dan kampanye-kampanye untuk membela &#8220;hak-hak&#8221; orang-orang yang berperilaku seperti itu dari barang-barang yang memabukkan, merokok, dansa-dansi, hingga sosialisme. Itu semua adalah &#8220;fundamentalisme&#8221; dalam terminologi Barat dan dalam visi Kristen.</font></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;line-height:150%;" align="left">
<p class="western" style="line-height:150%;" align="left"><font face="Palatino Linotype, serif"><strong>Makna Istilah Ushuliyah (fundamentalisme) dalam Wacana Pemikiran Islam</strong></font></p>
<p style="margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;line-height:150%;" align="left"> <font face="Palatino Linotype, serif"><strong>	</strong>Dalam visi Arab dan dalam wacana pemikiran Islam, kita tidak menemukan dalam kamus-kamus lama, baik kamus bahasa maupun kamus istilah, disebutnya istilah ushuliyah &#8220;fundamentalisme&#8221;. Kita hanya menemukan kata dasar istilah itu yaitu al-ashlu dengan makna &#8216;dasar sesuatu&#8217; dan &#8216;kehormatan&#8217;. Bentuk pluralnya adalah ushul (QS Al-Hasyr : 5) (Ash-Shaaffat :64). Al-ashlu juga bermakna &#8216;akar&#8217; (QS Ibrahim : 24).</font></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;line-height:150%;" align="left"> <font face="Palatino Linotype, serif">Al-ashlu juga disebut bagi undang-undang atau kaidah yang berkaitan dengan furu&#8217; (parsial-parsial) dan masa yang telah lalu. Seperti yang diungkapkan dalam rediaksional ulama ushul fikih, &#8220;Asal segala sesuatu adalah boleh atau suci.&#8221; Dan, &#8220;ushul&#8221; adalah prinsip-prinsip yang telah disepakati atau diterima.</font></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;line-height:150%;" align="left"> <font face="Palatino Linotype, serif">Bagi ulama ushul fikih, kata al-ashlu disebut dengan beberapa makna. Pertama, &#8216;dalil&#8217;. Dikatakan bahwa asal masalah ini adalah Al-Kitab dan Sunnah. Kedua, &#8216;kaidah umum&#8217;. Dan ketiga, &#8216;yang rajih&#8217; atau &#8216;yang paling kuat&#8217; dan &#8216;yang paling utama&#8217;. (Lihat kitab Lisanul Arab, Ibnu Manzhur, Kairo : Darul Ma&#8217;arif)</font></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;line-height:150%;" align="left"> <font face="Palatino Linotype, serif">Dalam peradaban Islam telah terbangun ilmu-ilmu ushuluddin, yaitu ilmu kalam, tauhid, dan ilmu fikih akbar. Juga ilmu ushul fikih, yaitu ilmu yang membahas tentang kaidah-kaidah dan kajian-kajian yang dipergunakan untuk mencapai kesimpulan-kesimpulan hukum-hukum syara&#8217; praktekal dari dalil-dalil perinciannya. Serta ilmu ushul hadits atau mushthalah hadits.</font></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;line-height:150%;" align="left"> <font face="Palatino Linotype, serif">Demikianlah warisan keilmuan Islam dan peradabannya, serta kamus-kamus bahasa Arab yang tidak mengenal istilah ushuliyah (fundamentalisme) dan pengertian-pengertian yang dikenal Barat atas istilah ini.</font></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;line-height:150%;" align="left"> <font face="Palatino Linotype, serif">Hingga dalam pemikiran Islam kontemporer yang sebagian ulamanya menggunakan istilah ushuliyah dalam kajian-kajian ilmu fikih, kita dapati ia bermakna, &#8220;Kaidah-kaidah pokok-pokok syari&#8217;at yang diambil oleh ulama ushul fikih dari teks-teks yang menetapkan dasar-dasar tasyri&#8217;iyah (legislasi) umum, serta pokok-pokok tasyri&#8217;iyah general seperti : (1) tujuan umum syari&#8217;at, (2) apa hak Allah dan apa hak mukalaf, (3) apa yang menjadi obyek ijtihad, (4) nasakh hukum, serta (5) ta&#8217;arud (pertentangan) dan tarjih (pemilihan salah satu probabilitas hukum).&#8221; Semua istilah-istilah itu sama sekali tidak mempunyai hubungan dengan substansi-substansi istilah fundamentalisme (ushuliyah) yang dikenal oleh peradaban Barat dan pemikiran Kristen.</font></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;line-height:150%;" align="left"> <font face="Palatino Linotype, serif">Terlepas dari pemahaman itu, apakah dalam aliran-aliran pemikiran Islam dan mazhab-mazhabnya &#8211;baik yang lama maupun yang baru&#8211; terdapat aliran pemikiran atau mazhab yang menyikapi teks-teks suci seperti sikap orang-orang fundamentalis Barat, yakni menggunakan penafsiran literal atas Al-Qur&#8217;an dan As-Sunnah, serta menolak segala metafor dan takwil atas sesuatu nash (teks), meskipun zahir teks itu jelas-jelas bertentangan dengan dalil-dalil akal? Hingga dapat dikatakan bahwa sikap aliran atau mazhab ini terdapat nash-nash Islami yang suci adalah sama persis dengan aliran fundamentalis Kristen terhadap Injil dan &#8220;kitab suci&#8221; mereka? Sehingga, kemudian dapat membenarkan kebenaran &#8220;fundamentalisme Islam&#8221; dengan pengertian Barat yang negatif terhadap istilah &#8220;fundamentalisme&#8221; ini?</font></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;line-height:150%;" align="left"> <font face="Palatino Linotype, serif">Jawaban terhadap pertanyaan ini adalah sama sekali tidak ada. Seluruh aliran pemikiran Islam yang lama, baik sekelompok kecil dari ahli atsar, ash-habul-hadits, kaum zhahiriyah, maupun kelompok besar mayoritas dari ahli ra&#8217;yi, seluruhnya menerima majas (metafor) dan takwil terhadap banyak nash-nash suci. Sehingga hampir tercapai ijma bahwa nash-nash yang tidak dapat ditakwilkan, yang dalam istilah ushul fikih disebut &#8220;nash&#8221; adalah sedikit, sementara sebagian besar dari nash-nash itu dapat menerima pendapat, takwil, dan ijtihad. Sedangkan, perbedaan di antara aliran-aliran pemikiran Islam itu adalah dalam kadar penakwilan itu: ada yang membatasi diri dalam melakukan penakwilan, ada yang sedang-sedang saja, ada yang secara berani melakukan penakwilan. Namun, penakwilan itu sama sekali tidak ditolak oleh mazhab-mazhab Islam. (Abdul Wahab Khallaf, Ilmu Ushul Fiqh, hlm 210-232, Kuwait, 1972)</font></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;line-height:150%;" align="left">
<p class="western" style="line-height:150%;" align="left"><font face="Palatino Linotype, serif"><strong>Empat Mazhab Besar Fundamentalisme Islam di Indonesia</strong></font></p>
<p class="western" style="text-indent:1.27cm;line-height:150%;" align="left"> <font face="Courier New, monospace"><font size="2"><span><font size="3"><font face="Palatino Linotype, serif"><strong>PERTAMA</strong> adalah kelompok atau mazhab <strong>IKHWANUL MUSLIMIN</strong>, IM ini menganut ideologi Abduh dan Rasyid Ridha tapi dalam versi yang lebih ekstrim, penganut mazhab Abduh di Indonesia dalam versi yang lebih soft adalah Muhammadiyah.Makanya mereka agak dekat dengan MD dan para mantan DI/TII rata-rata masuk MD. Di Indonesia sendiri aliran ini bermetaforfosis menjadi PKS , KAMMI, dan sejenisnya dan menjadi kelompok fundamentalis terkuat di Indonesia.</font></font></span></font></font><font face="Palatino Linotype, serif"> </font><font face="Courier New, monospace"><font size="2"><font size="3"><font face="Palatino Linotype, serif">Kalau merunut sejarahnya , organisasi ini merupakan salah satu sempalan NII dan NII adalah kelanjutan DI/TII yang kelahirannya dibeckingin Ali Moertopo c.s. Organisasi ini terlihat cukup<em> soft</em> misal jarang melakukan kekerasan fisik , tapi mereka melakukan kekerasan dalam wacana. Nyaris semua media fundamentalis seperti Sabili , Suara Hidayatullah dll dikontrol kelompok ini, juga buku-buku bernuansa radikal bisa dikatakan 70-80 % nya merupakan produk mereka. Dan organisasi-organisasi rohis, remas, sampai pengajian kantor nyaris semua dikuasai mereka. Dari segi penampilan untuk pria biasa saja tapi rata-rata berjenggot sementara perempuannya berjubah dan berjilbab model lebar dan panjang. Secara politik mereka cukup mahir, tapi sebagaimana kelompok radikal lainnya mereka sangat eksklusif dan menjadikan politik identitas seperti penampilan, baju maupun bahasa yang dicampur dengan kosakata bahasa Arab sebagai identitas untuk membedakan dan memisahkan mereka dengan ”yang lain”.  Walaupun terlihat kurang begitu menakutkan tapi sebagaimana kelompok radikal lain mereka sangat tidak mampu bertoleransi, makanya di jangka panjang mereka akan sangat berbahaya jauh berbahaya dari “preman” macam Front Pembela Islam (FPI). Basis utama mereka adalah Bogor makanya IPB bisa dikatakan menjadi kampus yang dikuasai mereka.</font></font></font></font></p>
<p class="western" style="text-indent:1.27cm;line-height:150%;" align="left"> <font face="Courier New, monospace"><font size="2"><font size="3"><font face="Palatino Linotype, serif">Yang terkuat <strong>KEDUA</strong> adalah kelompok <strong>SALAFY </strong>atau <strong>WAHABY</strong>. Mereka ini cukup rasis, nyaris semua puncuk pimpinannya selalu orang Arab/turunan Arab yang didukung oleh sejumlah dalil mengenai keutamaan Arab. Laskar Jihad dan Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) adalah bagian dari mereka, juga teroris bom Bali, Abu Bakar Ba’asyir, Ja’far Umar Thalib, Abdullah Sungkar dan lain-lain adalah orang Arab semua. Dan kelompok inilah yang paling radikal. Kekhususan mereka adalah mereka golongan Arab masaikh, makanya kebanyakan mereka jalurnya dari Al Irsyad. Ada dua golongan besar mereka berdasar mazahb ulama acuannya yaitu kelompok Saudi seperti Ja’far Umar Thalib itu dan kelompok Kuwait seperti kelompoknya Yazid Jawaz. Walaupun radikal dan berbahaya kelompok ini sebenarnya cukup lemah karena mereka <em>saking</em> radikalnya suka berkelahi sendiri. Misal tradisi mubahallah atau saling melaknat atas nama Allah seringkali dijadikan solusi bagi mereka untuk menyelasaikan perbedaan pendapat/paham. Dan kebiasaan inilah yang seringkali memicu mereka terpecah jadi fraksi-fraksi kecil. Basis utama mereka di daerah Solo dimana mereka mendirikan banyak pesantren disana. Ciri khas perempuan mereka bercadar dan pakaiannya berwarna gelap, ada selentingan juga mereka nggak pakai BH karena ulama wahaby mengharamkannya. </font></font></font></font></p>
<p class="western" style="text-indent:1.27cm;line-height:150%;" align="left"> <font face="Courier New, monospace"><font size="2"><font size="3"><font face="Palatino Linotype, serif"><strong>KELOMPOK HIZBUT TAHRIR</strong> ini kelompok underground , mereka menginginkan khilafah tapi menolak menempuh jalur politik seperti PKS. Konsep ideologi mereka lebih condong lebih <em>soft</em> dengan <em>basic</em> pemikiran adalah “mengislamkan” masyarakat umum dimana bila tercapai maka khilafah akan terbentuk dengan sendirinya.  <span>Kelompok kami tidak punya data cukup memadai tentang kelompok ini dan jalurnya dengan organisasi di Indonesia.</span></font></font></font></font></p>
<p class="western" style="text-indent:1.27cm;line-height:150%;" align="left"> <font face="Courier New, monospace"><font size="2"><span><font size="3"><font face="Palatino Linotype, serif">Lalu <strong>KELOMPOK HABIB</strong>. Habib, Sayyed, Syarif adalah julukan/gelar bagi KLAN KETURUNAN NABI. Dan mereka sangat rasis, misal perempuan dari golongan ini dilarang menikah dengan non Sayyid atau dibunuh. Kelompok formal tertua golongan ini adalah Jamiat Kheir. Dan FPI adalah bagian dari golongan ini.</font></font></span></font></font><span><font face="Palatino Linotype, serif"> </font></span><font face="Courier New, monospace"><font size="2"><span><font size="3"><font face="Palatino Linotype, serif">Doktrin utama kelompok-kelompok ini sama yaitu klaim kebenaran tunggal. Secara mazhab mereka sebenarnya lebih dekat dengan paham khawarij, paham ekstrim Islam yang pertama kali muncul dalam sejarah, walaupun mereka mengakunya pengikut Ahlus Sunnah. Contoh paling gampang adalah melihat wacana fiqh mereka. Bila kita baca kitab-kitab fiqh standart kaum ASWAJA, semua pendapat mereka akan dianggap sebagai pendapat pribadi, misal ”berdasar pendapat ulama mazhab syafi’i”, atau ”berdasar pendapat Imam Hanafi dst”, tapi di kalangan kelompok ekstrim ini dari yang paling <em>soft</em> sampai paling ekstrim memiliki kecondongan mengklaim pendapatnya sebagai pendapat Islam , atau kehendak Allah dst, coba aja perhatikan klaim fiqh mereka yang selalu didahului kata-kata ”menurut Islam &#8230;.”, ”berdasarkan ajaran Islam&#8230;” dst, dan kelompok mazhab yang gemar menggunakan klaim seperti ini adalah golongan khawarij. Ini mungkin tidak terlalu bermasalah bila dilihat sekilas tapi klaim seperti inilah yang paling berpengaruh untuk membawa seseorang menjadi ekstrim.</font></font></span></font></font></p>
<p class="western" style="text-indent:1.27cm;line-height:150%;" align="left"> <font face="Courier New, monospace"><font size="2"><span><font size="3"><font face="Palatino Linotype, serif">Kesamaan lain adalah mereka condong menganjurkan bahkan mewajibkan perkawinan ”dalam” bagi anggotanya. Alasannya biasanya tidak sefikrah untuk menolak perkawinan luar kelompok. Semakin radikal semakin ketat mereka mengatur nikah ini. Makanya kelompok ini dengan dalih haramnya pacaran kemudian mengatur pernikahan anggotanya melalui perjodohan yang diatur imam kecil mereka yang diistilahkan murrabi, mursyid, syaikh dll.</font></font></span></font></font></p>
<p class="western" style="text-indent:1.27cm;line-height:150%;" align="left"> <font face="Courier New, monospace"><font size="2"><span><font size="3"><font face="Palatino Linotype, serif">Kesamaan lain toleransi nol bagi perbedaan pendapat makanya milis yang dikuasai mereka sangat rajin membanned member yang berbeda pendapat.  Kecenderungan pada pemaksaan paham pada yang lain, condong pada kekerasan, menghalalkan segala cara dan selalu berorientasi pada kekuasaan mutlak. Bagi mereka dunia ini akan lebih baik kalau mereka yang memegang kekuasaan secar mutlak. Makanya ideologi mereka condong sebagai ideologi kaum fasis.</font></font></span></font></font></p>
<p class="western" style="text-indent:1.27cm;line-height:150%;" align="left">
<p class="western" style="line-height:150%;" align="left"><font face="Courier New, monospace"><font size="2"><strong><span><font size="3"><font face="Palatino Linotype, serif">Fundamentalisme Islam yang Terjadi Akhir-Akhir ini</font></font></span></strong></font></font></p>
<p class="western" style="text-indent:1.27cm;line-height:150%;"><font face="Palatino Linotype, serif">Dalam Islam, kelompok fundamentalis kerap kali diidentikkan dengan golongan anti-Barat. Fundamentalisme Islam pun dikenal, terutama di kalangan Barat, sebagai teroris yang sewaktu-waktu bertindak mengejutkan. Peristiwa dahsyat 11 September 2001 lalu adalah contohnya. Dalam konteks peristiwa terorisme internasional, fundamentalisme Islam yang semula dipahami sebagai gejala perbedaan interpretasi teologis hendaknya juga dipahami sebagai sebuah upaya dedominasi geopolitik Barat atas Islam. </font></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;line-height:150%;" align="left"> <font face="Palatino Linotype, serif">Sedangkan di Indonesia sendiri, fenomena fundamentalisme islam telah merangsek ke semua sendi-sendi kehidupan, termasuk ke dunia pers yang melahirkan istilah fundamentalisme, sebut saja kejadian di tahun 2002 ketika Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) mengancam akan mensomasi pihak SCTV yang menayangkan iklan layanan masyarakat “Islam Warna-Warni”. Ironisnya, pengancam kebebasan pers dan kebebasan berekspresi dalam kasus “Islam Warna-Warni”, tayangan garapan sutradara Garin Nugroho bekerja sama dengan Komunitas Islam Utan Kayu, justru bukan lagi berasal dari pihak “negara” seperti yang lazim terjadi di era Orde Baru. Pengancam itu kini berasal dari elemen masyarakat sendiri yang dimotivasi oleh absolutisme penafsiran dan fundamentalisme agama. MMI menilai iklan bertemakan pentingnya menghargai pluralisme dalam beragama itu sebagai sesat dan melecehkan agama. Kemudian lewat surat somasi pada 4 Agustus 2002 yang ditandatangani oleh Ketua Departemen Data dan Informasi MMI Fauzan Al-Anshari kepada SCTV dan RCTI meminta segera menghentikan penayangan iklan tersebut. </font></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;line-height:150%;" align="left"> <font face="Palatino Linotype, serif">Di balik kasus “Islam Warna-Warni” ini sebenarnya terbentang kembali anakronisme antara hak-hak sipil, kebebasan berekspresi dan kebebasan pers dengan fundamentalisme agama. Kasus “Islam Warna-Warni” ini hanyalah salah satu dari sangat banyak contoh betapa fundamentalisme agama senantiasa mengancam kebebasan berekspresi dan kebebasan pers. Tahun lalu misalnya, sebuah kelompok yang juga mengusung absolutisme penafsiran dan fundamentalisme agama mengancam akan mendatangi toko-toko buku dan menarik dari peredaran buku-buku yang mereka anggap beraroma “kiri” dan “komunis”. Celakanya, kategorisasi “kiri’ dan “komunis” yang mereka lakukan benar-benar menggelikan.</font></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;line-height:150%;" align="left"> <font face="Palatino Linotype, serif">Dan kejadian penggerebekan tempat hiburan malam, diskotik, pub oleh FPI (yang seperti kata panglima lasykar jihad itu sebagai jihad di jalan Allah) sampai kasus pem-boman di Bali dan beberapa kawasan lainnya dengan alas an membinaskan kaum-kaum Barat semakin menajamkan fenomena fundamentalisme agama di Indonesia</font></p>
<p class="western" style="text-indent:1.27cm;line-height:150%;">
<p class="western" style="line-height:150%;" align="left">
<p class="western" style="line-height:100%;" align="left"><font face="Palatino Linotype, serif"><strong>SIMPULAN</strong></font></p>
<p class="western" style="text-indent:1.27cm;line-height:150%;" align="left"> <font face="Palatino Linotype, serif"><font color="#535353"><span>Karena sejarah istilah fundamentalisme lebih mengarah ke arah agama Kristen, maka Islam menggunakan istilah <em>ushuliyyun</em></span><span> </span><span>untuk menyebut “orang-orang fundamentalis”, yakni mereka yang berpegang kepada fundamen-fundamen pokok Islam sebagaimana terdapat dalam al-Qur’an dan al-Hadits.  Dalam kaitan ini pula digunakan istilah <em>al-Ushuliyyah al-Islamiyyah</em> (fundamentalis Islam) yang mengandung pengertian; kembali kepada fundamen-fundamen keimanan; penegakan kekuasaan politik ummah; dan pengukuhan dasar-dasar otoritas yang absah  (<em>syar’iyyah al-hukm</em>). Formulasi ini, seperti terlihat, menekankan dimensi politik gerakan Islam, ketimbang aspek keagamaannya. Di Indonesia ada empat golongan fundamentalis, yaitu </span></font></font><font face="Courier New, monospace"><font size="2"><span><font size="3"><font face="Palatino Linotype, serif">Ikhwanul Muslimin</font></font></span></font></font><font face="Palatino Linotype, serif">, </font><font face="Courier New, monospace"><font size="2"><font size="3"><font face="Palatino Linotype, serif">Salafy atau Wahaby</font></font></font></font><font face="Palatino Linotype, serif">, </font><font face="Courier New, monospace"><font size="2"><font size="3"><font face="Palatino Linotype, serif">Kelompok Hizbut Tahrir </font></font></font></font><font face="Palatino Linotype, serif">dan </font><font face="Courier New, monospace"><font size="2"><span><font size="3"><font face="Palatino Linotype, serif">Kelompok Habib. Beberapa contoh fundamentalisme islam adalah pengeboman menara kembar di Amerika Serikat 11 September 2002, somasi oleh MMI kepada SCTV menuntut penghentian iklan layanan masyarakat, dan terakhir, puluhan pem-boman yang menggunakan nama jihad agama sebagai alasan untuk pembenarannya.  </font></font></span></font></font></p>
<p class="western" style="line-height:100%;" align="left">
<p class="western" style="line-height:150%;" align="left"><font face="Palatino Linotype, serif"><strong>DAFTAR PUSTAKA</strong></font></p>
<p class="western" style="line-height:150%;" align="left"><font face="Palatino Linotype, serif">kompas.com/14 juni 2003, diakses pada 26 Desember 2006 pukul 02:29</font></p>
<p class="western" style="line-height:150%;" align="left"><font face="Palatino Linotype, serif">kompas.com/5 Nopember 2003, diakses pada 26 Desember 2006 pukul 02:27</font></p>
<p class="western" style="line-height:150%;" align="left"><font face="Palatino Linotype, serif">interseksi.com/21 Nopember 2006, diakses pada 26 Desember 2006 pukul 02:27</font></p>
<p class="western" style="line-height:150%;" align="left"><font face="Palatino Linotype, serif">isnet.com/7 Juli 1999, diakses pada 26 Desember 2006 pukul 01:21</font></p>
<p class="western" style="line-height:150%;" align="left"><font face="Palatino Linotype, serif">islamlib.com/9 Januari 2004, diakses pada 26 Desember 2006 pukul 01:21</font></p>
<p class="western" style="line-height:150%;" align="left"><font face="Palatino Linotype, serif">islamlib.com/28 September 2002, diakses pada 26 Desember 2006 pukul 01:21</font></p>
<p class="western" style="line-height:150%;" align="left"><span><font face="Palatino Linotype, serif">didikharianto.wordpress.com/26 Desember 2006, diakses pada 27 Desember 2006 pukul 05:13</font></span></p>
<p class="western" style="line-height:150%;" align="left"><font face="Palatino Linotype, serif">assyaukanie.com/31 Agustus 2006, diakses pada 26 Desember 2006 pukul 02:30</font></p>
<p class="western" style="line-height:150%;" align="left"><font face="Palatino Linotype, serif">indemo.com/1 Maret 2000, diakses pada 26 Desember 2006 pukul 02:24</font></p>
<p class="western" style="line-height:150%;" align="left"><font face="Palatino Linotype, serif">urangawak@yahoogroups.com/23 Maret 2006. diakses pada 26 Desember 2006 pukul 02:29</font></p>
<p class="western" style="line-height:150%;" align="left"><font face="Palatino Linotype, serif">islamlib.com/22 September 2002, diakses pada 27 Desember 2006 pukul 05:06</font></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;">&nbsp;</p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;">&nbsp;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/didikharianto.wordpress.com/40/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/didikharianto.wordpress.com/40/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/didikharianto.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/didikharianto.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/didikharianto.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/didikharianto.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/didikharianto.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/didikharianto.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/didikharianto.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/didikharianto.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/didikharianto.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/didikharianto.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/didikharianto.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/didikharianto.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/didikharianto.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/didikharianto.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=didikharianto.wordpress.com&amp;blog=613891&amp;post=40&amp;subd=didikharianto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://didikharianto.wordpress.com/2007/01/01/fundamentalisme-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fd476cc90be4ac811ee2c706eb184806?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">didikharianto</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ijtihad Tentang Hukum Memakan Katak dalam Agama Islam</title>
		<link>http://didikharianto.wordpress.com/2007/01/01/ijtihad-tentang-hukum-memakan-katak-dalam-agama-islam/</link>
		<comments>http://didikharianto.wordpress.com/2007/01/01/ijtihad-tentang-hukum-memakan-katak-dalam-agama-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Jan 2007 20:01:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>didikharianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://didikharianto.wordpress.com/2007/01/01/ijtihad-tentang-hukum-memakan-katak-dalam-agama-islam/</guid>
		<description><![CDATA[PENDAHULUAN Negara Indonesia yang terletak di garis Khatulistiwa memiliki daratan dan lautan yang cukup luas (sekitar 5 juta KM²) dikaruniai oleh alam yang indah, tumbuhan yang beraneka ragam dan juga hewan yang beraneka rupa oleh Alah SWT, Dzat Yang Maha Segalanya. Karena itulah, Indonesia (pernah) disebut sebagai Jamrud Khatulistiwa Pun dengan kehidupan masyarakatnya sendiri, Indonesia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=didikharianto.wordpress.com&amp;blog=613891&amp;post=39&amp;subd=didikharianto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><font face="Palatino Linotype, serif"><strong>PENDAHULUAN</strong></font></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span><font face="Palatino Linotype, serif"><strong>	</strong>Negara Indonesia yang terletak di garis Khatulistiwa memiliki daratan dan lautan yang cukup luas (sekitar 5 juta KM</font><font face="Arial, sans-serif">²</font><font face="Palatino Linotype, serif">) dikaruniai oleh alam yang indah, tumbuhan yang beraneka ragam dan juga hewan yang beraneka rupa oleh Alah SWT, Dzat Yang Maha Segalanya. Karena itulah, Indonesia (pernah) disebut sebagai <em>Jamrud Khatulistiwa</em></font></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;"> <font face="Palatino Linotype, serif">Pun dengan kehidupan masyarakatnya sendiri, Indonesia adalah negara yang penuh dengan keberagaman suku, yang tentunya akan semakin nampak indah pula jika sudah tak ada lagi peperangan atau pun konflik antar suku. Suku-suku itu pun sampai sekarang ada yang masih setia memeluk peraturan yang ditetapkan nenek moyangnya terdahulu, misalkan, suku Baduy di Jawa Barat yag tak pernah boleh memakai alas kaki, harus menikah dengan sesama Baduy, dan lainnya. </font></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;"> <span><font face="Palatino Linotype, serif">Suku-suku yang masih tinggal di pedalaman mengandalkan hidupnya dari alam, mereka memakan binatang melata yang hidup di alam, termasuk katak. Tidak hanya suku-suku itu, masyarakat perkotaan juga gemar mengkonsumsi katak, bahkan, ada rumah makan yang menjadikan katak sebagai menu andalan mereka</font></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;"> <font face="Palatino Linotype, serif"><span>Permasalahannya, apakah mengkonsumsi katak itu diperbolehkan atau halal menurut Islam? Bagaimanakah ketetapan hukum Islam mengenai hal itu? Perlukah diadakan Ijtihad? </span>Bagaimanakah pandangan atau ketetapan dari ulama-ulama besar?</font></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><font face="Palatino Linotype, serif"><strong>PEMBAHASAN</strong></font></p>
<p style="text-indent:1.59cm;margin-bottom:0;line-height:150%;"> <font face="Courier New, monospace"><font size="2"><font size="3"><font face="Palatino Linotype, serif">Jika  masalah  taqlid  dan  ijtihad  harus   ditelusuri   ke belakang,  barangkali  yang paling tepat ialah kita menengok ke  zaman  &#8216;Umar  ibn  al-Khathtab,  Khalifah  ke  II.  Bagi orang-orang  muslim yang datang kemudian, khususnya kalangan kaum Sunni, berbagai tindakan &#8216;Umar dipandang sebagai contoh klasik  persoalan  taqlid  dan  ijtihad. Salah satu hal yang</font></font></font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><font face="Courier New, monospace"><font size="2"><font size="3"><font face="Palatino Linotype, serif">memberi petunjuk kita tentang prinsip dasar &#8216;Umar  berkenaan dengan  persoalan  pokok  ini  ialah isi suratnya kepada Abu Musa al-Asy&#8217;ari, gubernur di Basrah, Irak:</font></font></font></font></p>
<p style="text-indent:1.59cm;margin-bottom:0;line-height:150%;"> <font face="Courier New, monospace"><font size="2"><font size="3"><font face="Palatino Linotype, serif">&#8220;Adapun  sesudah  itu,  sesungguhnya  menegakkan  hukum  (alqadla)   adalah  suatu  kewajiban  yang  pasti  dan  tradisi (Sunnah) yang harus dipatuhi. Maka  pahamilah  jika  sesuatu diajukan  orang  kepadamu.  Sebab,  tidaklah  ada manfaatnya berbicara mengenai kebenaran jika tidak dapat  dilaksanakan. Bersikaplah ramah antara sesama manusia dalam kepribadianmu, keadilanmu dan majlismu, sehingga seorang yang  berkedudukan tinggi  (syarif)  tidak  sempat  berharap  akan  keadilanmu.</font></font></font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><font face="Courier New, monospace"><font size="2"><font size="3"><font face="Palatino Linotype, serif">Memberi bukti adalah wajib  atas  orang  yang  menuduh,  dan mengucapkan   sumpah   wajib  bagi  orang  yang  mengingkari (tuduhan).    <span>Sedangkan    kompromi    (ishlah,    berdamai) diperbolehkan diantara sesama orang Muslim, kecuali kompromi yang menghalalkan hal yang haram dan mengharamkan  hal  yang halal.  Dan  janganlah engkau merasa terhalang untuk kembali pada yang benar berkenaan  dengan  perkara  yang  telah  kau</span></font></font></font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><font face="Palatino Linotype, serif"><font size="3">putuskan  kemarin  tetapi  kemudian engkau memeriksa kembali jalan pikiranmu lalu engkau mendapat petunjuk kearah jalanmu yang  benar;  sebab  kebenaran  itu tetap abadi, dan kembali kepada yang benar adalah lebih  baik  daripada  berketerusan dalam kebatilan. Pahamilah, sekali lagi, pahamilah, apa yang terlintas dalam dadamu yang tidak termaktub dalam Kitab  dan Sunnah,   kemudian   temukanlah   segi-segi   kemiripan  dan</font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><font face="Palatino Linotype, serif"><font size="3">kesamaannya,  dan  selanjutnya   buatlah   analogi   tentang berbagai  perkara  itu,  lalu  berpeganglah  pada  segi yang paling  mirip  dengan   yang   benar.   Untuk   orang   yang mendakwahkan  kebenaran  atau  bukti, berilah tenggang waktu yang  harus  ia  gunakan  dengan  sebaik-baiknya.  Jika   ia</font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><font face="Palatino Linotype, serif"><font size="3">berhasil datang membawa bukti itu, engkau harus mengambilnya untuk dia sesuai dengan  haknya.  Tetapi  jika  tidak,  maka anggaplah  benar  keputusan  (yang  kau  ambil) terhadapnya, sebab itulah yang lebih menjamin untuk menghindari keraguan, dan  lebih  jelas  dari  ketidakpastian  (al-a&#8217;ma, kebutaan, kegelapan) &#8230; Barang siapa  telah  benar  niatnya  kemudian</font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><font face="Palatino Linotype, serif"><font size="3">teguh  memegang  pendiriannya, maka Allah akan melindunginya berkenaan dengan apa  yang  terjadi  antara  dia  dan  orang banyak.  Dan  barang  siapa  bertingkah laku terhadap sesama manusia dengan sesuatu yang Allah ketahui tidak berasal dari dirinya  (tidak  tulus), maka Allah akan menghinakannya &#8230;&#8221;</font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><font face="Courier New, monospace"><font size="2"><span><font size="3"><font face="Palatino Linotype, serif">Dari kutipan surat  yang  lebih  panjang  itu  ada  beberapa prinsip  pokok  yang  dapat  kita simpulkan berkenaan dengan  masalah taqlid dan ijtihad. <strong>Prinsip-prinsip pokok</strong> itu ialah:	</font></font></span></font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><font face="Courier New, monospace"><font size="2"><span><font size="3"><font face="Palatino Linotype, serif"><strong>Pertama</strong>, prinsip  keotentikan  (authenticity).  Dalam  surat &#8216;Umar  itu  prinsip keotentikan tercermin dalam penegasannyabahwa keputusan apapun mengenai suatu perkara harus terlebih dahulu diusahakan menemukannya dalam Kitab dan Sunnah.</font></font></span></font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><font face="Courier New, monospace"><font size="2"><span><font size="3"><font face="Palatino Linotype, serif"><strong>Kedua</strong>,  prinsip  pengembangan. Yaitu, pengembangan asas-asas ajaran dari Kitab dan Sunnah  untuk  mencakup  hal-hal  yang tidak  dengan jelas termaktub dalam sumber-sumber pokok itu. Metodologi pengembangan ini ialah penalaran melalui analogi. Pengembangan  ini  diperlukan,  sebab  suatu  kebenaran akan membawa manfaat hanya kalau  dapat  terlaksana,  dan  syarat keterlaksanaan itu ialah relevansi dengan keadaan nyata.</font></font></span></font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><font face="Courier New, monospace"><font size="2"><span><font size="3"><font face="Palatino Linotype, serif"><strong>Ketiga</strong>,  prinsip  pembatalan  suatu  keputusan  perkara yang telah terlanjur diambil tetapi kemudian ternyata salah,  dan selanjutnya,  pengambilan  keputusan  itu kepada yang benar. Ini bisa  terjadi  karena  adanya  bahan  baru  yang  datang kemudian, yang sebelumnya tidak diketahui.</font></font></span></font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><font face="Courier New, monospace"><font size="2"><span><font size="3"><font face="Palatino Linotype, serif"><strong>Keempat</strong>,  prinsip  ketegasan dalam mengambil keputusan yang menyangkut perkara yang kurang jelas  sumber  pengambilannya (misalnya,  tidak  jelas  tercantum dalam Kitab dan Sunnah), namun perkara itu amat penting dan mendesak. Ketegasan dalam hal  ini  bagaimanapun  lebih  baik  daripada  keraguan  dan ketidakpastian.</font></font></span></font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><font face="Courier New, monospace"><font size="2"><span><font size="3"><font face="Palatino Linotype, serif"><strong>Kelima</strong>, prinsip ketulusan dan niat baik, yaitu bahwa  apapun yang dilakukan haruslah berdasarkan keikhlasan. Jika hal itu benar-benar ada, maka sesuatu yang menjadi  akibatnya  dalam hubungan   dengan   sesama   manusia   (seperti   terjadinya kesalahpahaman), Tuhanlah yang akan memutuskan kelak  (dalam bahasa &#8216;Umar, Allah yang akan &#8220;mencukupkannya&#8221;).</font></font></span></font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><font face="Palatino Linotype, serif"><font size="3">	Dari  prinsip-prinsip  itu,  prinsip keotentikan adalah yang pertama dan utama, disebabkan  kedudukannya  sebagai  sumber keabsahan.  Karena  agama  adalah sesuatu yang pada dasarnya hanya  menjadi  wewenang  Tuhan,  maka   keotentikan   suatu keputusan  atau  pikiran  keagamaan  diperoleh hanya jika ia jelas memiliki dasar referensial dalam  sumber-sumber  suci, yaitu  Kitab  dan  Sunnah.  Tanpa  prinsip  ini  maka  klaim keabsahan keagamaan  akan  menjadi  mustahil.  Justru  suatu pemikiran  disebut  bernilai  keagamaan  karena ia merupakan segi derivatif semangat yang diambil dari sumber-sumber suci agama itu.</font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font face="Palatino Linotype, serif"><font size="3"><strong>PENGERTIAN IJTIHAD</strong></font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><font face="Courier New, monospace"><font size="2"><span><font size="3"><font face="Palatino Linotype, serif">	Menurut bahasa, ijtihad berarti &#8220;pengerahan segala kemampuan</font></font></span></font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><font face="Courier New, monospace"><font size="2"><span><font size="3"><font face="Palatino Linotype, serif">untuk  mengerjakan  sesuatu yang sulit.&#8221; Atas dasar ini maka tidak  tepat  apabila  kata  &#8220;ijtihad&#8221;  dipergunakan   untuk melakukan sesuatu yang mudah/ringan. Pengertian  ijtihad  menurut  bahasa  ini  ada  relevansinya</font></font></span></font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><font face="Courier New, monospace"><font size="2"><span><font size="3"><font face="Palatino Linotype, serif">dengan pengertian  ijtihad  menurut  istilah,  dimana  untuk melakukannya  diperlukan beberapa persyaratan yang karenanya tidak mungkin pekerjaan itu  (ijtihad)  dilakukan  sembarang orang.</font></font></span></font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><font face="Courier New, monospace"><font size="2"><span><font size="3"><font face="Palatino Linotype, serif">Dan  di sisi lain ada pengertian ijthad yang telah digunakan para sahabat Nabi. Mereka memberikan batasan  bahwa  ijtihad adalah  &#8220;penelitian  dan pemikiran untuk mendapatkan sesuatu yang terdekat pada Kitab-u &#8216;l-Lah  dan  Sunnah  Rasul,  baik yang  terdekat itu diperoleh dari nash -yang terkenal dengan qiyas (ma&#8217;qul nash), atau yang terdekat itu  diperoleh  dari</font></font></span></font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><font face="Courier New, monospace"><font size="2"><span><font size="3"><font face="Palatino Linotype, serif">maksud  dan  tujuan umum dari hikmah syari&#8217;ah- yang terkenal dengan &#8220;mashlahat.&#8221;</font></font></span></font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><font face="Courier New, monospace"><font size="2"><span><font size="3"><font face="Palatino Linotype, serif">	Dalam kaitan pengertan  ijtihad  menurut  istilah,  ada  dua kelompok  ahli  ushul  flqh (ushuliyyin) -kelompok mayoritas dan kelompok minoritas- yang mengemukakan rumusan  definisi. Dalam  tulisan ini hanya akan diungkapkan pengertian ijtihad menurut rumusan ushuliyyin dari kelompok mayoritas.</font></font></span></font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><font face="Courier New, monospace"><font size="2"><span><font size="3"><font face="Palatino Linotype, serif">	Menurut   mereka,   ijtihad   adalah   pengerahan    segenap kesanggupan  dari  seorang  ahli  fxqih  atau mujtahid untuk memperoleh pengertian tingkat dhann terhadap  sesuatu  hokum syara&#8217; (hukum Islam).</font></font></span></font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><font face="Courier New, monospace"><font size="2"><span><font size="3"><font face="Palatino Linotype, serif">	Dari  definisi  tersebut  dapat  ditarik beberapa kesimpulan</font></font></span></font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font face="Palatino Linotype, serif"><font size="3">sebagai berikut:</font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><font face="Courier New, monospace"><font size="2"><span><font size="3"><font face="Palatino Linotype, serif">1. Pelaku utihad adalah seorang ahli fiqih/hukum Islam (faqih), bukan yang lain.</font></font></span></font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><font face="Courier New, monospace"><font size="2"><span><font size="3"><font face="Palatino Linotype, serif">2. Yang ingin dicapai oleh ijtihad adalah hukum syar&#8217;i, yaitu hukum Islam yang berhubungan dengan tingkah laku dan perbuatan orang-orang dewasa, bukan hukum i&#8217;tiqadi atau hukum khuluqi,</font></font></span></font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font face="Palatino Linotype, serif"><font size="3">3. Status hukum syar&#8217;i yang dihasilkan oleh ijtihad adalah</font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font face="Palatino Linotype, serif"><font size="3">dhanni.</font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><font face="Courier New, monospace"><font size="2"><span><font size="3"><font face="Palatino Linotype, serif">	Jadi apabila kita konsisten dengan definisi  ijtihad  diatas maka  dapat kita tegaskan bahwa ijtihad sepanjang pengertian istilah hanyalah monopoli dunia hukum.  Dalam  hubungan  ini komentator    Jam&#8217;u   &#8216;l-Jawami&#8217;   (Jalaluddin   al-Mahally) menegaskan, &#8220;yang dimaksud ijtihad adalah  bila  dimutlakkan maka  ijtihad  itu  bidang  hukum  fiqih/hukum furu&#8217;. (Jam&#8217;u &#8216;l-Jawami&#8217;, Juz II, hal. 379).</font></font></span></font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><font face="Courier New, monospace"><font size="2"><span><font size="3"><font face="Palatino Linotype, serif">	Atas dasar itu ada kekeliruan pendapat sementara pihak  yang</font></font></span></font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><font face="Courier New, monospace"><font size="2"><span><font size="3"><font face="Palatino Linotype, serif">mengatakan  bahwa  ijtihad  juga  berlaku  di bidang aqidah. Pendapat yang nyeleneh atau syadz ini dipelopori  al-Jahidh, salah seorang tokoh mu&#8217;tazilah. Dia mengatakan bahwa ijtihad juga berlaku di  bidang  aqidah.  Pendapat  ini  bukan  saja menunjukkan   inkonsistensi  terhadap  suatu  disiplin  ilmu</font></font></span></font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><font face="Courier New, monospace"><font size="2"><span><font size="3"><font face="Palatino Linotype, serif">(ushul  fiqh),  tetapi   juga   akan   membawa   konsekuensi pembenaran  terhadap  aqidah non Islam yang dlalal. Lantaran itulah Jumhur &#8216;ulama&#8217; telah bersepakat bahwa  ijtihad  hanya berlaku    di    bidang    hukum    (hukum   Islam)   dengan ketentuan-ketentuan tertentu.</font></font></span></font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><font face="Palatino Linotype, serif"><font size="3"><strong>MEDAN IJTIHAD</strong></font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><font face="Palatino Linotype, serif"><font size="3">Di atas telah ditegaskan  bahwa  ijtihad  hanya  berlaku  di bidang  hukum. Lalu, hukum Islam yang mana saja yang mungkin untuk di-ijtihad-i? Adakah hal itu berlaku  di  dunia  hokum (hukum Islam) secara mutlak?</font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><font face="Palatino Linotype, serif"><font size="3">	Ulama  telah  bersepakat  bahwa  ijtihad  dibenarkan,  serta perbedaan yang terjadi sebagai akibat ijtihad ditolerir, dan akan  membawa  rahmat  manakala  ijtihad dilakukan oleh yang memenuhi persyaratan  dan  dilakukan  di  medannya  (majalul ijtihad). Lapangan atau medan dimana ijtihad dapat memainkan peranannya adalah:</font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><font face="Palatino Linotype, serif"><font size="3">1. Masalah-masalah baru yang hukumnya belum ditegaskan oleh nash al-Qur&#8217;an atau Sunnah secara jelas.</font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><font face="Palatino Linotype, serif"><font size="3">2. Masalah-masalah baru yang hukumnya belum diijma&#8217;i oleh ulama atau aimamatu &#8216;l-mujtahidin.</font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><font face="Palatino Linotype, serif"><font size="3">3. Nash-nash Dhanny dan dalil-dalil hukum yang diperselisihkan.</font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><font face="Palatino Linotype, serif"><font size="3">4. Hukum Islam yang ma&#8217;qulu &#8216;l-ma&#8217;na/ta&#8217;aqquly (kausalitas hukumnya/&#8217;illat-nya dapat diketahui mujtahid).</font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><font face="Palatino Linotype, serif"><font size="3">	Jadi, kalau kita akan melakukan reaktualisasi  hukum  Islam, disinilah   seharusnya  kita  melakukan  terobosan-terobosan baru. Apabila ini yang kita lakukan dan  kita  memang  telah memenuhi persyaratannya maka pantaslah kita dianggap sebagai mujtahid di abad modern ini yang akan didukung semua pihak. Sebaliknya  ulama  telah  bersepakat  bahwa  ijtihad   tidak berlaku atau tidak dibenarkan pada:</font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><font face="Palatino Linotype, serif"><font size="3">1. Hukum Islam yang telah ditegaskan nash al-Qur&#8217;an atau Sunnah yang statusnya qath&#8217;iy (ahkamun manshushah), yang dalam istilah ushul fiqih dikenal dengan syari&#8217;ah atau &#8220;ma&#8217;ulima min al-din bi al-dlarurah.&#8221;</font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><font face="Palatino Linotype, serif"><font size="3">Atas dasar itu maka muncullah ketentuan, &#8220;Tidak berlaku ijtihad pada masalah-masalah hukum yang ditentukan berdasarkan nash yang status dalalah-nya qath&#8217;i dan tegas.&#8221; Bila kita telaah, kaidah itulah yang menghambat aspirasi sementara kalangan yang hendak merombak hukum-hukum Islam qath&#8217;i seperti hukum kewarisan al-Qur&#8217;an.</font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><font face="Palatino Linotype, serif"><font size="3">2. Hukum Islam yang telah diijma&#8217;i ulama.</font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><font face="Palatino Linotype, serif"><font size="3">3. Hukum Islam yang bersifat ta&#8217;abbudy/ghairu ma&#8217;quli &#8216;lma&#8217;na (yang kausalitas hukumnya/&#8217;illat-nya tidak dapat dicerna dan diketahui mujtahid).</font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><font face="Palatino Linotype, serif"><font size="3">	Disamping ijtihad tidak berlaku atau tidak mungkin dilakukan pada ketiga macam hukum Islam di atas, demikian juga ijtihad akan gugur  dengan  sendirinya  apabila  hasil  ijtihad  itu berlawanan  dengan  nash.  Hal  ini  sejalan  dengan kaidah, &#8220;Tidak ada ijtihad dalam melawan nash.&#8221;</font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><font face="Palatino Linotype, serif"><font size="3"><strong>PERBEDAAN YANG DITOLERIR</strong></font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><font face="Palatino Linotype, serif"><font size="3">	Ijtihad dilegalisasi bahkan sangat  dianjurkan  oleh  Islam. Banyak  ayat  al-Qur&#8217;an  dan  Hadits  Nabi  yang menyinggung masalah ini. Islam bukan  saja  memberi  legalitas  ijtihad, akan   tetapi  juga  mentolerir  adanya  perbedaan  pendapat  sebagai hasil ijtihad. Hal ini antara  lain  diketahui  dari</font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><font face="Palatino Linotype, serif"><font size="3">Hadits Nabi yang artinya,</font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><font face="Palatino Linotype, serif"><font size="3">&#8220;Apabila  seorang  hakim  akan  memutuskan  perkara, lalu ia melakukan  ijtihad,  kemudian  ijtihadnya  benar,  maka   ia memperoleh   dua   pahala   (pahala   ijtihad   dan   pahala kebenarannya). Jika hakim akan memutuskan  perkara,  dan  ia berijtihad,   kemudian   hasil  ijtihadnya  salah,  maka  ia</font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><font face="Courier New, monospace"><font size="2"><font size="3"><font face="Palatino Linotype, serif"><span>mendapat satu pahala (pahala ijtihadnya).&#8221; </span>(Riwayat  Bukhari Muslim).</font></font></font></font></p>
<table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="542">
<tr>
<td valign="top" width="542">
<p style="margin-bottom:0.49cm;"><font color="#000000"><font face="Palatino Linotype, serif">	Benarkah 			katak halal dimakan? Sedangkan Rasulullah s.a.w. sendiri melarang 			membunuhnya? Dalam al-Quran disebut hanya babi saja yang haram 			dimakan. Sedangkan semua hewan lain halal dimakan belaka kecuali 			jika merupakan </font></font></p>
<p style="margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;"><font color="#000000"><font face="Palatino Linotype, serif">1. 			Bangkai </font></font></p>
<p style="margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;"><font color="#000000"><font face="Palatino Linotype, serif">2. 			Darah yang mengalir </font></font></p>
<p style="margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;"><span><font face="Palatino Linotype, serif"><font color="#000000">3. 			Binatang yang disembelih bukan karena Allah </font></font></span></p>
<p style="margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;"><span><font face="Palatino Linotype, serif"><font color="#000000">4. 			Binatang yang mati karena dicekik atau tercekik </font></font></span></p>
<p style="margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;"><span><font face="Palatino Linotype, serif"><font color="#000000">5. 			Binatang yang mati karena dipukul </font></font></span></p>
<p style="margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;"><span><font face="Palatino Linotype, serif"><font color="#000000">6. 			Binatang yang mati karena jatuh dari tempat yang tinggi </font></font></span></p>
<p style="margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;"><span><font face="Palatino Linotype, serif"><font color="#000000">7. 			Binatang yang mati karena ditanduk ketika berlaga dan </font></font></span></p>
<p style="margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;"><font color="#000000"><font face="Palatino Linotype, serif">8. 			Binatang yang mati dimakan binatang buas. </font></font></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;"> 			<span><font face="Palatino Linotype, serif"><font color="#000000">Semua 			hukum tersebut disebut dengan jelas dalam dua ayat ini. Dalam ayat 			pertama Allah berfirman: Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan 			kepada kamu memakan bangkai, dan darah, dan daging babi, dan 			binatang-binatang yang disembelih tidak karena Allah maka siapa 			terpaksa (memakannya karena darurat) sedang ia tidak mengingininya 			dan tidak pula melampaui batas (pada kadar benda yang dimakan 			itu), maka tidaklah ia berdosa. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, 			lagi Maha Mengasihani. (al-Baqarah: 173) Dalam ayat kedua pula 			Allah berfirman: Diharamkan kepada kamu (memakan) bangkai 			(binatang yang tidak disembelih), dan darah (yang keluar 			mengalir), dan daging babi (termasuk semuanya), dan 			binatang-binatang yang disembelih karena yang lain dari Allah, dan 			yang mati tercekik, dan yang mati dipukul, dan yang mati jatuh 			dari tempat yang tinggi, dan yang mati ditanduk, dan yang mati 			dimakan binatang buas, kecuali yang sempat kamu sembelih (sebelum 			habis nyawanya), dan yang disembelih atas nama berhala; dan 			(diharamkan juga) kamu merenung nasib dengan undi batang-batang 			anak panah. Yang demikian itu adalah perbuatan fasik. </font></font></span></p>
<p style="text-indent:1.59cm;margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;"> 			<font color="#000000"><font face="Palatino Linotype, serif">Pada 			hari ini, orang-orang kafir telah putus asa (daripada memesongkan 			kamu) dari agama kamu (setelah mereka melihat perkembangan Islam 			dan umatnya). Sebab itu janganlah kamu takut dan gentar kepada 			mereka, sebaliknya hendaklah kamu takut dan gentar kepada-Ku. </font></font></p>
<p style="text-indent:1.59cm;margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;"> 			<span><font face="Palatino Linotype, serif"><font color="#000000">Pada 			hari ini, Aku telah sempurnakan bagi kamu agama kamu, dan Aku 			telah cukupkan nikmat-Ku kepada kamu, dan Aku telah redakan Islam 			itu menjadi agama untuk kamu. Maka siapa yang terpaksa karena 			kelaparan (memakan benda-benda yang diharamkan) sedang ia tidak 			cenderung hendak melakukan dosa (maka bolehlah ia memakannya), 			karena sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani. 			(al-Maidah: 3) </font></font></span></p>
<p style="text-indent:1.59cm;margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;"> 			<span><font face="Palatino Linotype, serif"><font color="#000000">Semua 			hukum yang disebut dalam dua ayat al-Quran di atas tidak disebut 			bahwa katak haram dimakan. Jika meneliti nas dan dalil dari hadis 			pula tentang hukum makan katak didapati bahwa Rasulullah tidak 			pernah memperuntukkan hukum yang jelas tentangnya. Sebaliknya yang 			ada ialah hadis yang memperuntukkan hukum larangan membunuh katak. 			</font></font></span></p>
<p style="text-indent:1.59cm;margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;"> 			<span><font face="Palatino Linotype, serif"><font color="#000000">Dalam 			salah sebuah hadis itu disebutkan: Telah menceritakan kepada kami 			Muhammad bin Basysyar dan Abdur Rahman bin Abdul Wahhab, mereka 			berdua telah berkata telah memberitahu kepada kami Abu Aamir 			al-Aqdi telah memberitahu kepada kami Ibrahim bin al-Faqhl 			daripada Said bin al-Maqburi daripada Abu Hurairah katanya bahwa 			Rasulullah telah menegah daripada membunuh surah (sejenis burung), 			katak, semut dan pelatuk. (Riwayat Ibn Majah) </font></font></span></p>
<p style="text-indent:1.59cm;margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;"> 			<font color="#000000"><font face="Palatino Linotype, serif">Dalam 			hadis yang lain disebutkan: Telah berkata telah memberitahu kepada 			kami daripada Ibn Abu Zib dan Yazid telah berkata telah 			memberitahu kepada kami Ibn Abu Zib dari Said bin al-Musaiyyib 			dari Abdul Rahman bin Uthman telah berkata telah menyebut seorang 			ahli perubatan berada di sisi Rasulullah dan dia telah menyebut 			katak akan dijadikan ubat, maka Rasulullah melarang membunuhnya. 			(Riwayat Ahmad) </font></font></p>
<p style="text-indent:1.59cm;margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;"> 			<span><font face="Palatino Linotype, serif"><font color="#000000">Dalam 			sebuah hadis lagi disebutkan: Telah memberitahu kepada kami 			Ubaidullah bin Abdul Majid telah memberitahu kepada kami Ibn Abu 			Zib dari Said bin Khali dal-Qarizi dari Said bin al-Musaiyyib dari 			Abdul Rahman bin Uthman bahwa Rasulullah telah melarang membunuh 			katak. (Riwayat an-Nasai) </font></font></span></p>
<p style="text-indent:1.59cm;margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;"> 			<span><font face="Palatino Linotype, serif"><font color="#000000">Ada 			juga beberapa hadis yang menyebut bahwa suara katak pada musim 			hujan merupakan tasbih kepada Allah. </font></font></span></p>
<p style="text-indent:1.59cm;margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;"> 			<span><font face="Palatino Linotype, serif"><font color="#000000">Berdasarkan 			hadis-hadis itu menyebabkan setengah ulama termasuk Imam 			asy-Syafie berijtihad dan menganggap bahwa karena Rasulullah 			melarang membunuh katak, maka hukum makannya pun dianggap haram. </font></font></span></p>
<p style="text-indent:1.59cm;margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;"> 			<span><font face="Palatino Linotype, serif"><font color="#000000">Bagaimanapun, 			ketiga-tiga hadis melarang membunuh katak serta beberapa hadis 			yang menyebut bahwa katak itu sebagai tasbih kepada Allah adalah 			hadis yang lemah disebabkan terdapat dasar-dasar yang lemah dan 			tidak boleh dipercayai. Dalam hadis pertama sebagai contoh 			terdapat Ibrahim bin al-Fadhl yang disifat oleh Ibn Hanbal sebagai 			daif dan an-Nasai pula menganggap dasar itu bukan thiqah (tidak 			boleh dipercayai). </font></font></span></p>
<p style="text-indent:1.59cm;margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;"> 			<font color="#000000"><font face="Palatino Linotype, serif">Dalam 			kedua-dua hadis berikutnya terdapat pula Said bin Khalid yang 			disifat oleh an-Nasai sebagai daif. </font></font></p>
<p style="margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;"><font color="#000000"><font face="Palatino Linotype, serif">Apa 			yang boleh disimpulkan daripada semua hadis berkenaan ialah selain 			ia tidak menyebut hukum pengharaman makan katak secara 			terang-terang, ia juga tergolong daripada hadis yang lemah atau 			daif. </font></font></p>
<p style="margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;"><span><font face="Palatino Linotype, serif"><font color="#000000"><strong>Pandangan</strong> 			ulama: </font></font></span></p>
<p style="text-indent:0.95cm;margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;"> 			<span><font face="Palatino Linotype, serif"><font color="#000000">Ada 			beberapa ulama mengkategorikan katak seperti ikan dan hewan-hewan 			yang tinggal dalam air. </font></font></span></p>
<p style="text-indent:0.95cm;margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;"> 			<span><font face="Palatino Linotype, serif"><font color="#000000">Mengenai 			kategori ini ada nas yang umum daripada ayat al-Quran dan hadis 			ditafsirkan (bukan secara terang-terang dan muktamad) bahwa semua 			hewan yang tinggal dalam air adalah harus dimakan. </font></font></span></p>
<p style="text-indent:0.95cm;margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;"> 			<font color="#000000"><font face="Palatino Linotype, serif">Nas 			yang umum daripada al-Quran itu bermaksud: Dihalalkan bagi kamu 			binatang buruan laut, dan makanan yang didapati dari laut, sebagai 			bekal bagi kamu (untuk dinikmati kelazatannya) dan juga bagi 			orang-orang yang dalam pelayaran; tetapi diharamkan atas kamu 			memburu binatang buruan darat selama kamu sedang berihram. Oleh 			itu, bertakwalah kepada Allah, yang kepada-Nya kamu akan 			dihimpunkan. (Al-Maidah: 96) </font></font></p>
<p style="text-indent:0.95cm;margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;"> 			<font color="#000000"><font face="Palatino Linotype, serif">Nas 			yang umum daripada hadis pula seperti hadis riwayat Imam Ahmad, 			At-Tarmizi, Imam Malik, ad-Darimi dan lain-lain yang bermaksud: Ia 			(laut) bersih airnya dan halal bangkainya. </font></font></p>
<p style="text-indent:0.95cm;margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;"> 			<span><font face="Palatino Linotype, serif"><font color="#000000">Berdasarkan 			nas daripada al-Quran dan hadis yang umum ini serta hukum yang 			diambil daripada kaedah syariah asal setiap sesuatu itu harus, 			maka dapat dikatakan semua hewan yang tinggal dalam air harus 			dimakan termasuk katak. Bagaimanapun, hukum halal ijtihad seperti 			ini adalah terserah kepada adat dan pertimbangan kita 			masing-masing. Jika ada orang dalam keadaan terdesak, bukan saja 			katak tetapi buaya pun boleh dia makan. </font></font></span></p>
<p style="text-indent:0.95cm;margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;"> 			<span><font face="Palatino Linotype, serif"><font color="#000000">Sementara 			itu ada beberapa ulama mengkategorikan katak dari golongan hewan 			dua alam. Hewan jenis dua alam ini dianggap haram dimakan oleh 			beberapa ulama dan hukum ijtihad ini jika dilaksanakan sepenuhnya, 			maka beberapa jenis ketam, siput dan kerang tidak boleh dimakan. </font></font></span></p>
<p style="text-indent:0.95cm;margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;"> 			<span><font face="Palatino Linotype, serif"><font color="#000000">Dalam 			penelitian penulis didapati hukum haram dimakan hewan dua alam 			tidak ada dalam al-Quran dan hadis, tetapi ia merupakan hukum 			ijtihad beberapa ulama berdasarkan adat tempat dan persekitaran 			yang mereka tinggal. </font></font></span></p>
<p style="text-indent:0.95cm;margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;"> 			<span><font face="Palatino Linotype, serif"><font color="#000000">Secara 			umumnya mayoritas (jumhur) ulama menganggap semua hewan laut 			(air), sama ada ikan dan binatang-binatang lain harus dimakan. 			Hukum mayoritas ulama ini berdasarkan ayat 96 daripada surah 			al-Maidah dan hadis yang menyebut bahwa bangkai laut adalah halal 			seperti tersebut di atas. </font></font></span></p>
<p style="text-indent:0.95cm;margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;"> 			<span><font face="Palatino Linotype, serif"><font color="#000000">Bagaimanapun, 			beberapa mazhab seperti mazhab Syafie dan mazhab Hambali berbeda 			dengan mayoritas ulama karena mereka menganggap katak haram 			dimakan disebabkan ada hadis-hadis yang melarang membunuhnya. </font></font></span></p>
<p style="text-indent:0.95cm;margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;"> 			<span><font face="Palatino Linotype, serif"><font color="#000000">Tetapi 			seperti telah disebut di atas bahwa kedudukan semua hadis yang 			melarang membunuh katak itu adalah tidak kuat belaka. </font></font></span></p>
<p style="text-indent:0.95cm;margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;"> 			<span><font face="Palatino Linotype, serif"><font color="#000000">Agak 			perlu disebut juga nukilan Imam al-Bukhari berhubung hukum makan 			katak ini. Imam al-Bukhari dalam kitab sahihnya ketika mengurai 			ayat 96 daripada surah al-Maidah itu menyebut bahwa asy-Syabi 			(Aamir bin Syarahil) berkata: Jika ahli keluargaku makan katak, 			niscaya aku memberi mereka makannya. Pada waktu yang sama 			al-Bukhari juga menyebut bahwa al-Hassan (al-Hassan bin Abi 			al-Hassan Yassar al-Basri) menganggap tidak mengapa jika ada orang 			mahu makan kura-kura. </font></font></span></p>
<p style="text-indent:0.95cm;margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;"> 			<font color="#000000"><font face="Palatino Linotype, serif">Berikut 			secara ringkasnya disebut pandangan pelbagai mazhab mengenai hukum 			makan katak ini. </font></font></p>
<p style="margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;"><font color="#000000"><font face="Palatino Linotype, serif">1. 			Mazhab Syafie: </font></font></p>
<p style="margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;"><span><font face="Palatino Linotype, serif"><font color="#000000">Ulama-ulama 			mazhab Syafie berpendapat katak tidak harus dimakan karena selain 			berdasarkan hadis-hadis yang disebut di atas, katak juga tergolong 			kategori khaba&#8217;ith, iaitu binatang yang kotor, keji, buruk dan 			tidak baik. Pendapat mazhab Syafie ini memang sesuai dengan 			kebanyakan adat bangsa di dunia ini termasuk orang Melayu yang 			penulis percaya jarang ada yang tertarik untuk makan katak 			terutama katak puru. </font></font></span></p>
<p style="margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;">
<p style="margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;">
<p style="margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;"><font color="#000000"><font face="Palatino Linotype, serif">2. 			Mazhab Hanafi: </font></font></p>
<p style="margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;"><span><font face="Palatino Linotype, serif"><font color="#000000">Mazhab 			Hanafi berpendapat hanya ikan saja yang halal dimakan dari semua 			jenis hewan yang tinggal dalam air. Katak, kura-kura, anjing laut, 			buaya dan sebagainya haram dimakan. </font></font></span></p>
<p style="margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;"><font color="#000000"><font face="Palatino Linotype, serif">3. 			Mazhab Maliki: </font></font></p>
<p style="margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;"><span><font face="Palatino Linotype, serif"><font color="#000000">Mazhab 			Maliki berpendapat bahwa katak sama seperti udang, ketam, 			kura-kura dan sebagainya boleh dimakan. Mereka berpendapat begitu 			karena tidak ada nas dan dalil yang jelas daripada al-Quran dan 			hadis yang mengharamkan makan katak. </font></font></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;"> 			<span><font face="Palatino Linotype, serif"><font color="#000000">Perlu 			diterangkan bahwa setahu penulis tidak ada orang bermazhab Maliki 			yang makan katak, kura-kura dan sebagainya.  </font></font></span></p>
<p style="margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;"><font color="#000000"><font face="Palatino Linotype, serif">3. 			Mazhab Hambali: </font></font></p>
<p style="margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;"><span><font face="Palatino Linotype, serif"><font color="#000000">Para 			ulama mazhab Hambali pula berpendapat bahwa katak dan semua hewan 			yang hidup di dua alam tidak halal dimakan kecuali jika ada jalan 			sembelihannya. </font></font></span></p>
<p style="margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;"><span><font face="Palatino Linotype, serif"><font color="#000000">Bagaimanapun, 			dikecualikan jika hewan yang hidup di dua alam itu tidak berdarah 			seperti ketam dan beberapa serangga. Tetapi katak dan kura-kura 			yang tergolong daripada hewan yang hidup di dua alam yang 			berdarah, macam mana boleh disembelih? Katak yang tidak mempunyai 			leher dan kura-kura pula menyembunyikan lehernya dalam perisainya 			menyusahkan untuk disembelih. Apakah itu menjadi antara punca 			menyebabkan katak haram dimakan? Penulis tidak pasti. </font></font></span></p>
<p style="text-indent:0.95cm;margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;"> 			<span><font face="Palatino Linotype, serif"><font color="#000000">Hewan 			yang hidup di dua alam yang lain seperti udang, ketam dan 			sebagainya walaupun tidak disembelih tetapi halal dimakan pada 			mazhab Hambali karena tidak berdarah. </font></font></span></p>
<p style="margin-top:0.49cm;"><font color="#000000"><font face="Palatino Linotype, serif">Begitulah 			kedudukan hukum makan katak dalam al-Quran, hadis dan fikah 			(ijtihad) para ulama pelbagai mazhab. </font></font></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="542">
</td>
</tr>
</table>
<p style="margin-bottom:0;">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><strong><span><font face="Palatino Linotype, serif">SIMPULAN	</font></span></strong></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;"> <font face="Palatino Linotype, serif"><font size="3">Ijtihad adalah pengerahan segala kemampuan untuk  mengerjakan  sesuatu yang sulit.Hukum makan katak itu terserah kepada pertimbangan masing-masing dan adat kebiasaan yang diamakanl dalam masyarakat. Jika ada yang berselera dan adat kebiasaan masyarakatnya pula tidak menganggap menjadi jejik dan keji, maka dianggap boleh makan. </font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><font color="#000000"><font face="Palatino Linotype, serif">Jika sebaliknya, maka dianggap tidak boleh makan.</font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><font face="Palatino Linotype, serif"><strong>DAFTAR PUSTAKA</strong></font></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><font face="Palatino Linotype, serif"><em>Web gaul.com, diakses pada 28 Nopember 2006</em></font></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><font face="Palatino Linotype, serif"><em>Astorajabat.com, diakses pada 28 Nopember 2006</em></font></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;">&nbsp;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/didikharianto.wordpress.com/39/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/didikharianto.wordpress.com/39/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/didikharianto.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/didikharianto.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/didikharianto.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/didikharianto.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/didikharianto.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/didikharianto.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/didikharianto.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/didikharianto.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/didikharianto.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/didikharianto.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/didikharianto.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/didikharianto.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/didikharianto.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/didikharianto.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=didikharianto.wordpress.com&amp;blog=613891&amp;post=39&amp;subd=didikharianto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://didikharianto.wordpress.com/2007/01/01/ijtihad-tentang-hukum-memakan-katak-dalam-agama-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fd476cc90be4ac811ee2c706eb184806?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">didikharianto</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
