Selamat Datang di Blog Didik Harianto

Yang Terserak di Ujung Penaku…

Seseorang yang Sebenarnya Kuharapkan

Posted by didikharianto pada Desember 25, 2006

Seseorang yang Sebenarnya Kuharapkan

        Hanya ada tiga syarat (yang menurutku) klise agar seseorang bisa mempunyai hubungan lebih denganku, dan ini berlaku untuk siapapun. Pertama, seseorang itu harus sayang kepadaku, itu mutlak. Kedua, seseorang itu harus bisa mengerti aku. Mengerti disini bukan hanya mengerti jika aku memang menjadi idola semua lelaki di kampus. Tapi mengerti semuanya, dengan kata lain, aku tidak suka dikekang. Dan terakhir, seseorang itu harus bisa menerimaku apa adanya, seutuhnya. Tidak hanya memuja kelebihanku, tapi juga harus bisa menerima kekuranganku. Syarat kedua dan ketiga itu pun sama sifatnya, mutlak! Tapi aku tidak tahu kenapa, aku sulit sekali menemukan seseorang yang memang benar-benar kuharapkan itu. Padahal menurutku, tiga syarat tadi tidaklah terlalu sulit. Cuma menyayangiku, pengertian dan menerimaku apa adanya, itu saja.

            Kuakui, aku memang sedikit introvert. Jangankan untuk bergaul dengan teman sebaya di kanan kiri rumah, di dalam rumah saja aku lebih suka mengurung diri di kamar, membaca novel sambil mendengarkan winamp. Aku keluar kamar hanya untuk makan dan sekolah saja. Dan kebiasaan itu tetap saja tidak berakhir meskipun aku diharuskan menjalani sebuah fase baru dalam hidupku, aku harus kuliah di luar kota. Di kosku, aku juga jarang sekali bergaul dengan penghuni kos lainnya, aku lebih memilih pergi ke warung internet, aku mempunyai friendster, dari situlah aku mempunyai banyak teman. Di dunia nyata, sebenarnya banyak lelaki yang menghamba, mengemis cintaku. Tapi kebanyakan dari mereka hanya memuja kelebihanku, aku memang cantik, kaya dan yang lebih membuat mereka tertarik kepadaku, aku mempunyai tubuh yang seksi. Tapi setelah mereka mengetahui diriku sebenarnya, mereka lebih memilih mundur perlahan, kemudian meninggalkanku. Itu artinya kebanyakan lelaki yang ingin mempunyai hubungan lebih denganku tidak dapat memenuhi syarat terakhir dariku. Karena kebanyakan lelaki tidak dapat memenuhi syarat terakhir itu, aku sempat berpikir jika aku harus menghapus saja syarat terakhir itu. Tapi, tidak! Aku tidak boleh menghapusnya, jika aku menghapusnya, lelaki yang kelak menjadi pendampingku pasti hanya akan menikmati kelebihanku saja dan tak menginginkan adanya kekurangan dariku, dan aku tidak ingin hal itu terjadi padaku!

*******

            Ketika berada dalam masa-masa seperti ini, masa-masa dimana aku merasakan hidupku benar-benar sepi, aku biasanya lebih memilih pergi ke warnet. Jika sedang banyak tugas kuliah, aku lebih memilih mencari literatur yang berhubungan dengan tugasku di Google, jika tidak, aku biasanya hanya memeriksa dan mengirim e-mail ke teman-temanku, dan satu lagi yang menjadi ritual wajibku, membuka friendsterku. Di friendster, aku mempunyai beberapa teman yang tentu saja berasal dari bermacam kota di Indonesia. Tapi kebanyakan latar belakang teman dunia mayaku sama denganku, mahasiswa. Aku ingat ketika aku pertama kali mendaftar friendster, aku ingin mendapatkan teman sebanyak-banyaknya dan akhirnya, aku berharap aku akan mendapatkan seseorang yang benar-benar kuharapkan dari sana. Tapi seperti nasibku di dunia nyata, di dunia maya pun aku sulit sekali mendapatkan seseorang yang benar-benar kuharapkan. Jika di dunia nyata, kebanyakan lelaki yang mengharapkan hubungan lebih denganku tidak dapat memenuhi syarat ketiga dariku, itu tidak terjadi di dunia mayaku. Jangankan untuk memenuhi syarat ketiga dariku, untuk syarat kedua saja tidak ada seorang pun yang ingin mencoba. Kebanyakan teman dunia mayaku hanya bisa memenuhi syarat pertama dariku, mereka menyayangiku, tapi tataran sayang dari teman dunia mayaku hanya sebatas “teman” saja, mereka sepertinya tidak ingin mempunyai hubungan lebih denganku. Padahal, di friendsterku sengaja kutaruh foto yang menurutku foto diriku yang paling cantik. Tapi, kenapa aku tetap saja sulit menemukan seseorang yang memang benar-benar kuharapkan?

            Aku sempat bertanya kepada diriku sendiri, jika memang seseorang yang benar-benar kuharapkan itu tidak akan pernah datang, apakah aku dengan segala egoku akan tetap (mencoba) menjalani hidupku yang akan semakin akrab saja dengan kesendirian? Kemudian, jika memang sudah tidak ada lelaki lagi yang ingin menjadi kekasihku, akankah aku harus mendustai takdirku? Akankah aku akan memilih merangkai hari menebar kasih sayang dengan sesama perempuan? Tiga pertanyaan yang sungguh sulit jika aku diharuskan untuk menjawabnya, meskipun jauh di kedalaman palung hatiku, aku sudah mempunyai jawaban untuk tiga pertanyaaan itu.

*******

            Terima kasih Tuhan, setelah sekian lama aku merindukan kehadiran seseorang yang benar-benar kuharapkan, kini aku sudah menemukan seseorang yang bisa memenuhi tiga syarat yang kuberikan. Ya, aku sudah mempunyai seorang kekasih yang tentu saja menyayangiku, pengertian dan bisa menerimaku apa adanya. Karena kehadirannyalah, aku tidak merasakan lagi sepi di hariku. Aku semakin bersemangat menjalani rutinitasku yang dulu terkesan membosankan. Kehadirannya benar-benar bisa membuat hidupku berbalik seratus delapan puluh derajat, tidak seperti ketika aku belum berkenalan dan menjadi kekasihnya. Tapi sesungguhnya masih ada satu hal yang mengganjal di hatiku, aku ingin seperti kebanyakan pasangan lain yang kemana-mana bisa bermesraan, bisa jalan-jalan berdua, makan malam berdua, pergi dan pulang kuliah berdua. Aku dengan kekasihku, seseorang yang benar-benar kuharapkan, yang kukenal dari friendster, memang sedang menjalani hubungan jarak jauh. Aku di Malang, sedangkan kekasihku sedang menimba ilmu di sebuah Perguruan Tinggi Negeri di Bandung. Tapi tidak masalah, menjalani hubungan jarak jauh bagiku merupakan sebuah “keasyikan” tersendiri, paling tidak, dengan begitu aku diharuskan untuk semakin menguatkan hatiku agar tidak tergoda oleh orang lain. Hubungan jarak jauh bagiku juga mengajarkan bagaimana menjaga kepercayaan dari kekasihku dan menjaga monumen cinta yang telah kita bangun bersama.

            Baru saja kekasihku meneleponku, bulan depan setelah Ujian Akhir Semester ia akan menemuiku, aku memberikan alternatif kepadanya agar kita menghabiskan hari di kawasan Batu saja, karena setahuku, di sana banyak tempat romantis, kekasihku setuju dengan saranku.

*******

            Siang ini, aku letih sekali, kupilih untuk tidur-tiduran saja di kanar, semalam aku ngenet mulai jam 22:00 sampai 06:00. Kulirik jam mungil yang melingkar di tangan kiriku, pukul 11:00. aku terbangun ketika berhala kecilku menyanyikan F*#kin Girlnya Tani Madjoe Band, itu berarti ada pesan pendek yang masuk. Mataku masih memicing ketika jemariku dengan cekatan menekan beberapa tombol dan kubaca,

            From: Devy_Chayank

            Deva sayang… ni Devy sdh mpe kwsn Arjosari,

            Sesuai kspktn, qt hr ni jd ke Batu ya?!

            Deva sdh mndi kan? Devy sayang Deva, I Love You Honey…

Astaga, aku lupa, aku ada janji dengan Devy Putri Pratiwi, kekasihku, seseorang yang sebenarnya kuharapkan…

 

Untuk Deva Ichigo Shiro Oyama,

Jalan kita masih panjang, kawan…

Satu Tanggapan to “Seseorang yang Sebenarnya Kuharapkan”

  1. ivlus said

    aku dah baca beberapa cerpen u
    ga semua..lg pengen istirahat
    setiap baca cerpen u,,ga bisa aku baca dari tengah..coz punya u baru bisa dipahami dari depan
    dan ending baru ketebak di belakang..hampir semuanya
    aku juga bikin cerpen singkat banget tentang lesbian..baru kebuka identitase di belakang,,sebelumnya sudah ada dua orang (mank ga aku promosikan) yang ngira itu cerita tentang cowok
    oh ya,,lumayan blak-blakan juga seh
    asik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: